ALAYCHIYAH YULIA RACHMAN (2026) KEWAJIBAN NAFKAH KELUARGA OLEH SUAMI BERSTATUS NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIB PASIR PENGARAIAN KABUPATEN ROKAN HULU BERDASARKAN PASAL 34 UNDANG - UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.
|
Text (Bab Gabungan)
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL - Alaychiyah yulia Rachman.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
BAB HASIL - Alaychiyah yulia Rachman.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
||
|
Text (Penyataan Publikasi)
PERNYATAAN PUBLIKASI - Alaychiyah yulia Rachman.pdf - Published Version Download (417kB) | Preview |
Abstract
"ABSTRAK Syahri Ramadhan Pulungan (2026): Tinjauan Fiqih Muamalah Terhadap Usaha Tumpang Sari Dalam Sistem Bagi Hasil Pada Kerja Sama Antara Pemilik Lahan Kelapa dan Petani Penggarap (Studi di Desa Sei Tualang Pandau Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan). Penelitian ini mengkaji tinjauan fiqih muamalah terhadap praktik usaha tumpang sari dalam kerja sama antara pemilik lahan kelapa dan petani penggarap di Desa Sei Tualang Pandau, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih banyaknya praktik kerja sama pertanian yang dilakukan secara tradisional, tanpa perjanjian tertulis serta minim pemahaman terhadap prinsip-prinsip akad dalam Islam. Selain itu, dalam kerja sama tersebut terdapat proses usaha tumpang sari yang dijalankan bersamaan dengan pengelolaan tanaman utama kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik usaha tumpang sari pada kerja sama antara pemilik lahan kelapa dan petani penggarap di Desa Sei Tualang Pandau, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan, serta untuk menganalisis bagaimana tinjauan fiqih muamalah terhadap usaha tumpang sari dalam kerja sama tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pemilik lahan dan petani penggarap, serta dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kerja sama antara pemilik lahan dan petani penggarap dilakukan dengan sistem bagi hasil 50:50 terhadap hasil panen kelapa. Adapun hasil tanaman tumpang sari, seperti pisang, menjadi hak petani penggarap sepenuhnya atas izin pemilik lahan. Dalam kerja sama ini, petani penggarap menanggung biaya perawatan dan tenaga kerja, sedangkan pemilik lahan menyediakan lahan. Kesepakatan kerja sama dilakukan secara lisan berdasarkan asas saling percaya. Ditinjau dari perspektif fiqih muamalah, praktik kerja sama tersebut sesuai dengan akad musaqah dan diperbolehkan selama memenuhi unsur kerelaan (tarāḍī), kejelasan kesepakatan, serta tidak mengandung unsur gharar dan kezaliman. Dengan demikian, praktik usaha tumpang sari dalam kerja sama ini pada dasarnya telah sejalan dengan prinsip-prinsip fiqih muamalah, meskipun masih diperlukan perjanjian yang lebih jelas guna menghindari potensi sengketa di kemudian hari. Kata Kunci: Fiqih Muamalah, Musaqah, Tumpang Sari, Bagi Hasil Pertanian "
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. Supliadi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 21 May 2026 04:31 | ||||||||||||
| Last Modified: | 21 May 2026 04:31 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93678 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
