Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

MAKNA THUMA’NINAH DALAM AL-QUR’AN PRESPEKTIF MUFASSIRIN

MHD. HADI WAHYUDI, - (2026) MAKNA THUMA’NINAH DALAM AL-QUR’AN PRESPEKTIF MUFASSIRIN. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV MHD. HADI WAHYUDI - MHD. HADI WAHYUDI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (Bab Hasil)
SKRIPSI BAB IV MHD. HADI WAHYUDI - MHD. HADI WAHYUDI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (884kB)
[img]
Preview
Text (Pernyataan)
SURAT PUBLIKASI - MHD. HADI WAHYUDI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version

Download (380kB) | Preview

Abstract

Ketenangan merupakan tujuan utama kehidupan manusia, namun dalam konteks modern sering dipahami secara materialistik dan bersifat sementara. Pandangan tersebut kerap menimbulkan kegelisahan batin dan krisis makna hidup. Islam menawarkan konsep kebahagiaan yang lebih mendalam melalui ketenangan jiwa (ṭuma’nīnah), sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna ṭuma’nīnah dalam al-qur’an menurut perspektif para mufassirin kontemporer, yaitu Sayyid Qutb, Wahbah az-Zuhaili, dan Buya Hamka, serta menelaah relevansinya dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode tafsir tematik (mawḍū‘ī). Data utama bersumber dari Al-Qur’an dan kitab tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān, Tafsīr al-Munīr, dan Tafsir al-Azhar. Analisis dilakukan dengan mengkaji ayat-ayat yang berkaitan dengan ketenangan jiwa dan kebahagiaan, kemudian membandingkan penafsiran para mufassirin secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mufassirin sepakat memandang ṭuma’nīnah sebagai kondisi jiwa yang tenang karena iman, dzikrullah, dan ketundukan kepada Allah. Sayyid Qutb menekankan dimensi spiritual dan eksistensial, Wahbah az-Zuhaili menekankan keseimbangan iman dan syariat, sementara Buya Hamka menekankan pendekatan humanis dan kontekstual. Dengan demikian, ṭuma’nīnah merupakan inti kebahagiaan sejati yang bersifat spiritual dan berkelanjutan. Kata kunci: Ṭuma’nīnah,, Tafsir Al-Qur’an, Mufassirin.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorMASYHURI PUTRA, -2022047101Masyuri.putra@uin-suska.ac.id
Thesis advisorMUHAMMAD YASIR, -2006017802Muhammad.yasir@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Mr. doni s
Date Deposited: 28 Jan 2026 07:42
Last Modified: 28 Jan 2026 07:42
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93151

Actions (login required)

View Item View Item