SITI KHOIRIAH HASIBUAN (2026) ESKATOLOGIS PADA LAFADZ SIJJĪN DAN ‘ILLIYYĪN DALAM QS. AL-MUTHAFFIFIN: STUDI KOMPARATIF TAFSIR MAFATIH AL-GHAIB DAN TAFSIR AL-MISBAH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL - SITI KHOIRIAH HASIBUAN Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - SITI KHOIRIAH HASIBUAN Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN)
SERAH TERIMA - SITI KHOIRIAH HASIBUAN Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf Download (350kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Skripsi ini berjudul ―Eskatologis pada lafadz Sijjīn dan „Illiyyīn dalam QS. Al-Muthaffifin: Studi Komparatif Tafsir Mafatih al-Ghaib dan Tafsir al-Misbah. Eskatologi merupakan salah satu tema penting dalam Al-Qur‘an yang berfungsi menanamkan kesadaran moral dan tanggung jawab manusia terhadap seluruh perbuatannya. Konsep ini tampak jelas dalam QS. al-Muṭaffifīn melalui penyebutan lafadz sijjīn dan „illiyyīn yang berkaitan dengan catatan amal serta balasan di akhirat. Penafsiran terhadap kedua lafadz tersebut menunjukkan adanya perbedaan penekanan antara mufasir klasik dan mufasir kontemporer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran lafadz sijjīn dan „illiyyīn dalam Tafsir Mafātīḥ al-Ghaib karya Fakhruddin al-Rāzī dan Tafsir al-Miṣbāḥ karya M. Quraish Shihab, serta menganalisis persamaan dan perbedaan eskatologis dari kedua penafsiran tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode tafsir komparatif. Sumber data primer penelitian ini adalah ayat Al-Qur‘an pada Surah al-Muthaffifin dan kitab tafsir yang digunakan ialah Tafsir Mafātīḥ al-Ghaib karya Fakhruddin al-Razi dan Tafsir al-Miṣbāḥ karya M.Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mufasir sama-sama memahami sijjīn dan „illiyyīn memiliki dimensi ganda, yaitu sebagai tempat dan sebagai kitab catatan amal. Keduanya juga menegaskan kepastian pencatatan amal melalui frasa kitābun marqūm, serta menempatkan konsep tersebut sebagai sarana peringatan moral berupa ancaman bagi orang-orang durhaka dan kabar gembira bagi orang-orang saleh. Adapun perbedaan utama terletak pada penekanan eskatologisnya. Fakhruddin al-Rāzī memandang sijjīn dan „illiyyīn sebagai realitas akhirat yang bersifat nyata dan hierarkis, lengkap dengan peran malaikat dalam proses hisab. Sementara itu, M. Quraish Shihab lebih menekankan dimensi moral dan maknawi dengan memandang sijjīn dan „illiyyīn sebagai simbol kepastian keadilan Allah dan pertanggungjawaban manusia di akhirat, tanpa menguraikan detail kosmologisnya. Kata Kunci: Eskatologi, Sijjīn, 'Illiyyīn, Al-Muṭaffifīn, Komparatif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | 297 Islam > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | Ari Eka Wahyudi | ||||||||
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 08:09 | ||||||||
| Last Modified: | 23 Jan 2026 08:09 | ||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92739 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
