Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

MAWADDAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: ANALISIS SURAT AR-RŪM 21 DENGAN PENDEKATAN HERMENEUTIK MUHAMMAD ARKOUN

MUHAMMAD ZACKY FAWARUQ, - (2025) MAWADDAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: ANALISIS SURAT AR-RŪM 21 DENGAN PENDEKATAN HERMENEUTIK MUHAMMAD ARKOUN. Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
TESIS MUHAMMAD ZACKY FAWARUQ - fawaruq zacky (1).pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB IV - fawaruq zacky (1).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
pernyataan zacky - fawaruq zacky (1).pdf - Published Version

Download (536kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Muhammad Zacky Fawaruq (2025): Mawaddah dalam Perspektif al-Qur’an: Analisis Surat ar-Rūm 21 dengan Pendekatan Hermeneutik Muhammad Arkoun Dalam diskursus tafsir al-Qur’an, konsep mawaddah dalam QS. ar-Rūm: 21 seringkali dipahami secara normatif-biologis sebagaimana penafsiran ibnu Katsir dan al-Qurṭūbi. Pemahaman ini tentu menjadi kurang memadai ketika dihadapkan dengan dinamika keluarga modern yang menuntut relasi yang lebih setara, dialogis, dan berkeadilan. Karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mereinterpretasi konsep mawaddah dengan pendekatan hermeneutik Muhammad Arkoun (historisantropologis, linguistik-semiotik, dan mitis-simbolik). Melalui pendekatan studi pustaka dan analisis kritis, penelitian ini menelaah tiga hal pokok: (1) pemaknaan mawaddah dalam tafsir klasik, terutama Ibnu Katsir dan al-Qurṭūbi serta pengaruh konteks sosial-historis awal Islam terhadap konstruksi maknanya; (2) penafsiran ulang mawaddah menggunakan pendekatan hermeneutika Arkoun; dan (3) landasan filosofis reinterpretasi tersebut serta relevansinya dengan kehidupan masyarakat Muslim kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) tafsir klasik cenderung menempatkan mawaddah sebagai ekspresi biologis yang dilegitimasi dengan konsep qiwāmah; (b) reinterpretasi melalui pendekatan Arkoun memosisikan mawaddah sebagai etika relasional yang bersifat egaliter dan transformatif yang mencakup dimensi emosional, spiritual, dan sosial; (c) secara filosofis, penelitian ini berpijak pada kerangka epistemologis yang menolak sakralisasi makna tunggal, ontologi relasi manusia yang setara, dan aksiologi nilainilai Qur’ani yang relevan bagi masyarakat modern. Temuan ini tidak hanya memperkuat pentingnya pendekatan tafsir kontekstual, tetapi juga menawarkan kontribusi praktis dalam penguatan institusi keluarga melalui pemahaman nilai kasih sayang yang lebih inklusif dan adaptif. Secara praktis, temuan penelitian ini dapat diimplementasikan dalam konseling keluarga dan pendidikan Islam guna membangun relasi suami-istri yang dialogis, setara, dan harmonis. Kata kunci: Ar-Rūm 21, Hermeneutika, Mawaddah, Muhammad Arkoun

Item Type: Thesis (Thesis)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorJUNAIDI LBS, -2022086701junaidi.lbs@uin-suska.ac.id
Thesis advisorERMAN GANI, -2017127501erman.gani@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga
Depositing User: Mr Eko Syahputra
Date Deposited: 07 Aug 2025 22:51
Last Modified: 07 Aug 2025 22:51
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91282

Actions (login required)

View Item View Item