NOVIANRI (2025) MAKNA FANA DAN BAQA DALAM AL QURAN SURAH AR-RAHMAN AYAT 26-27 DAN AL-HADID AYAT 20 (Studi Komparatif Tafsir Najmuddin al-Kubro dan Tafsir Ibnu Ajibah). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FULL - NOVIANRI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (6MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
HASIL DAN PEMBAHASAN - NOVIANRI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Updated Version Restricted to Repository staff only Download (832kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
img20250709_12345641 - NOVIANRI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (121kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Makna Fanā‟ dan Baqā‟ dalam Al-Qur‟an Surah ArRahman Ayat 26-27 dan Surah Al-Hadid Ayat 20 (Studi Komparatif Tafsir Najmuddin al-Kubro dan Tafsir Ibnu ‟Ajibah)”. Penelitian ini mengkaji makna fanā‟ dan baqā‟ menurut Najmuddin al-Kubra dan Ibnu „Ajibah, dengan merujuk pada QS. Ar-Rahman ayat 26-27 dan QS. Al-Hadid ayat 20. Konsep ini pertama kali dikenalkan oleh Abu Yazid al-Bustami, namun kedua tokoh tersebut memberikan pandangan yang khas dan mendalam yang layak dikaji lebih lanjut di ranah akademik. Di tengah krisis moral dan spiritual dunia modern, ajaran fanā‟ dan baqā‟ sangat relevan sebagai jalan penyucian jiwa dan pendekatan diri kepada Allah melalui tasawuf. Melalui perbaikan akhlak dan pembersihan hati, konsep ini menawarkan solusi bagi problematika kemanusiaan kontemporer. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan dengan menggunakan metode komparatif. Penelitian ini merumuskan dua masalah utama: bagaimana penafsiran ayat-ayat fanā‟ dan baqā‟ dalam kitab tafsir Najmuddin al-Kubra dan Ibnu „Ajibah, serta persamaan dan perbedaan makna fanā‟ dan baqā‟ menurut Najmuddin Al-Kubro dan tafsir ibnu „Ajibah. Tujuannya adalah memahami makna fanā‟ dan baqā‟ sebagaimana dijelaskan dalam At-Ta‟wilat An-Najmiyah fi Tafsir Al-Isyari As-Sufi dan Tafsīr Al-Qur‟an Al-Majid. Penulis menyajikan pandangan Najmuddin al-Kubra dalam memahami fanā‟ sebagai lenyapnya kesadaran akan diri sendiri dan makhluk karena tenggelam dalam cahaya ilahi. Sementara itu, baqā‟ berarti hidup secara rohani bersama Allah setelah melewati proses fanā‟. Ibnu „Ajibah menjelaskan bahwa fanā‟ adalah kesadaran penuh bahwa yang benar-benar ada hanyalah Allah, dan baqā‟ adalah keadaan jiwa yang tetap terhubung dengan Allah setelah terbebas dari keterikatan dunia. Keduanya sepakat bahwa dunia ini bersifat sementara, sedangkan hanya Allah yang abadi. Fanā‟ menjadi jalan awal untuk mencapai baqā‟, yaitu hidup dalam kesadaran yang selalu mengingat dan dekat dengan Allah. Kata kunci : Fanā‟; Baqā‟; Najmuddin Al-Kubro; Ibnu „Ajibah
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ari Eka Wahyudi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 10 Jul 2025 06:46 | ||||||||||||
| Last Modified: | 10 Jul 2025 06:46 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89780 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
