SUMINI, - (2025) HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PENDERITA HIPERTENSI. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Bab Gabungan)
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL - Sumini Sumini.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
BAB HASIL - Sumini Sumini.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (329kB) |
||
|
Text (Surat Pernyataan)
Surat serah terima - Sumini Sumini.pdf - Published Version Download (515kB) | Preview |
Abstract
Ketika individu mengalami emosi negatif, seperti kecemasan, kekhawatiran, dan kemarahan, tubuh akan memproduksi hormon yang dapat meningkatkan tekanan darah. Hal ini dapat dapat menyebabkan penurunan kepuasan hidup dan bahkan berujung pada kematian. Oleh karena itu, diperlukan peran religiusitas dalam membantu individu mengelola emosi dan meningkatkan kepuasan hidupnya. Dengan keyakinan agamanya individu dapat mengembangkan konsep diri yang positif dan dan menerima penyakit yang dialaminya dengan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara religiusitas terhadap subjective well-being pada penderita hipertensi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 250 penderita hipertensi beragama Islam. Pengumpulan data menggunakan skala religiusitas dan skala subjective well-being (The Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE)). Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara religiusitas terhadap subjective well-being (r= -0,089, p= 0,081). Hipotesis adanya hubungan yang positif antara religiusitas terhadap subjective well-being ditolak. Namun, ada salah satu dimensi religiusitas yang berkorelasi dengan subjective well-being yaitu religious exclusivity. Religiusitas bukan merupakan salah satu faktor yang kuat untuk memprediksi kesejahteraan seseorang. Meskipun tidak terdapat hubungan, religiusitas tetap diperlukan penderita hipertensi untuk mengurangi perasaan-perasaan negatif seperti kecemasan, kekhawatiran dan kemarahan. Untuk itu, perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain selain religiusitas terhadap subjective well-being. Kata Kunci: Religiusitas, Subjective Well-Being, Hipertensi
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Psikologi > Psikologi | ||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||
| Date Deposited: | 04 Jul 2025 08:05 | ||||||||
| Last Modified: | 04 Jul 2025 08:05 | ||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89369 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
