Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

ISHLAH DAN PENYELESAIAN KONFLIK DALAM KISAH NABI YUSUF AS PERSPEKTIF IBNU 'ASYUR DAN SAYYID QUTHB

MIFTAHUL JANNAH, - (2026) ISHLAH DAN PENYELESAIAN KONFLIK DALAM KISAH NABI YUSUF AS PERSPEKTIF IBNU 'ASYUR DAN SAYYID QUTHB. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI MIFTAHUL JANNAH - TAMPA BAB HASIL - MIFTAHUL JANNAH Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (Bab Hasil)
SKRIPSI MIFTAHUL JANNAH - BAB HASIL - MIFTAHUL JANNAH Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img]
Preview
Text (Pernyataan)
Surat Pernyataan Serah Karya - MIFTAHUL JANNAH Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version

Download (455kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini membahas tentang pentingnya menghadirkan model penyelesaian konflik yang tidak hanya fokus pada pelestarian pertikaian, tetapi juga pada pemulihan hubungan secara menyeluruh. Al-Qur’an menawarkan paradigma tersebut melalui kisah Nabi Yusuf AS, khususnya dalam QS. Yusuf ayat 90–93 yang menggambarkan proses rekonsiliasi antara Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ishlah sebagai bentuk penyelesaian konflik dalam kisah tersebut serta mengkaji relevansinya dalam konteks kehidupan kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) dan analisis deskriptif-interpretatif. Penggunaan dua tokoh mufasir, yaitu Ibnu ‘Asyur dan Sayyid Quthb, dilatarbelakangi oleh perbedaan corak penafsiran yang saling melengkapi. Ibnu ‘Asyur menekankan pendekatan rasional-linguistik dan maqashidi, sedangkan Sayyid Quthb menggunakan pendekatan haraki-psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ishlah dalam kisah Nabi Yusuf mencapai puncaknya pada pernyataan pemaafan beliau: “lā tatsrība ‘alaikum al-yaum” (tidak ada celaan bagi kalian pada hari ini), (QS. Yusuf: 92), yang menyatakan penghapusan dendam dan penyerahan dari rasa dibenarkan. Konsep ini mencakup pengakuan kesalahan, menyampaikan maaf tanpa balas dendam, pengendalian emosi, serta pemulihan hubungan. Dengan demikian, ishlah tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga transformatif, sehingga relevan sebagai paradigma penyelesaian konflik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan organisasi. Kata kunci: Ishlah, Penyelesaian Konflik, Kisah Nabi Yusuf, Ibnu ‘Asyur, Sayyid Quthb.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorSyamruddin, -2023035801syamruddin.nst@uin-suska.ac.id
Thesis advisorLaila Sari Masyhur, -2027027902laila.sari.masyhur@uin-suska.ac.id
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Mr. doni s
Date Deposited: 25 May 2026 01:55
Last Modified: 25 May 2026 01:55
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93706

Actions (login required)

View Item View Item