VITA SUSMITA, - (2026) MAKNA LAFAZ SIRAJ DALAM AL-QUR'AN MENURUT TAFSIR SUFI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI VITA SUSMITA - TAMPA BAB HASIL - Vita Susmita.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
SKRIPSI VITA SUSMITA - BAB HASIL - Vita Susmita.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (570kB) |
||
|
Text (Pernyataan)
SURAT PUBLIKASI - Vita Susmita.pdf - Published Version Download (760kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan pendekatan literal dalam menyingkap makna batiniah Al-Qur’an, yang sering kali mereduksi kedalaman pesan simbolik menjadi sekadar pemahaman historis dan linguistik. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan yang mampu mengintegrasikan makna zahir dan batin secara lebih komprehensif dalam kajian tafsir Al-Qur’an, khususnya terhadap lafaz-lafaz simbolik yang memiliki dimensi makna berlapis. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana penafsiran lafaz siraj dalam Al-Qur’an menurut perspektif Ibnu Katsir (eksoterik) dan Ibn ‘Arabi (esoterik), dan (2) bagaimana komparasi kedua perspektif tersebut terhadap lafaz siraj dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran lafaz siraj dalam dua perspektif tersebut serta mengkaji perbandingannya guna memperoleh pemahaman yang lebih utuh, mendalam, dan integratif. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh dari Al-Qur’an, Tafsir Ibnu Katsir, dan karya-karya Ibn ‘Arabi, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur yang relevan. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif-komparatif untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan titik temu antara kedua perspektif penafsiran tersebut dalam memahami lafaz siraj. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Katsir memahami siraj secara eksoterik sebagai matahari sebagai sumber cahaya kosmik yang menerangi alam semesta, serta sebagai metafora Nabi Muhammad Saw sebagai pembawa cahaya hidayah. Sementara Ibn ‘Arabi memahaminya secara esoterik sebagai pancaran cahaya ilahi (nur al-haqq) yang menerangi batin manusia menuju ma‘rifat. Komparasi keduanya menunjukkan bahwa siraj memiliki makna berlapis yang mencakup dimensi kosmik, profetik, dan spiritual secara simultan. Kata Kunci: Lafaz Siraj, Tafsir Sufi, Eksoteris, Esoteris.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.122 Al-Qur'an 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir |
||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 20 May 2026 03:48 | ||||||||||||
| Last Modified: | 26 May 2026 04:30 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93671 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
