FITRI JAYANTO, - (2026) KONSEP TAKHḌA‘NA BIL-QAULI DALAM QS. AL-AHZAB AYAT 32 PERSPEKTIF FATIMAH ABDUL LATIF MAHMUD HAMZAH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI FITRI JAYANTO - TAMPA BAB HASIL - FITRI JAYANTO Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
SKRIPSI FITRI JAYANTO - BAB HASIL - FITRI JAYANTO Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (737kB) |
||
|
Text (Pernyataan)
SURAT SIMPAN KARYA - FITRI JAYANTO Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (433kB) | Preview |
Abstract
konsep takhḍa‘na bil-qauli” dalam QS. al-Ahzab ayat 32 dengan perspektif Fatimah Kariman Abdul Latif Mahmud Hamzah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari maraknya pemahaman tekstual terhadap ayat tersebut yang sering digunakan untuk membatasi ekspresi dan partisipasi perempuan di ruang publik, khususnya dalam komunikasi. Frasa takhḍa‘na bil-qauli kerap dimaknai sebagai larangan mutlak bagi perempuan untuk melembutkan suara, tanpa mempertimbangkan konteks historis, sosial, dan kebahasaan ayat. Padahal, ayat ini ditujukan kepada istri-istri Nabi dalam konteks tertentu dan mengandung pesan etika komunikasi yang lebih luas. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk menghadirkan pemahaman yang lebih proporsional dan kontekstual terhadap ayat tersebut, terutama di tengah realitas masyarakat kontemporer yang sarat dengan dinamika komunikasi digital. Perspektif Kariman Hamzah dipilih karena menawarkan pendekatan yang lebih sensitif terhadap isu gender dan berusaha menempatkan perempuan sebagai subjek aktif dalam ruang sosial tanpa mengabaikan nilai-nilai etika Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari tafsir al-Lu’lu’ wa al-Marjan fi Tafsir al-Qur’an karya Kariman Hamzah, sedangkan data sekunder berasal dari literatur tafsir klasik dan kontemporer yang relevan. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengkaji makna kebahasaan, konteks turunnya ayat, serta penafsiran yang dikemukakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep takhḍa‘na bil-qauli tidak dimaksudkan sebagai pelarangan terhadap suara atau komunikasi perempuan secara umum, melainkan sebagai larangan terhadap bentuk komunikasi yang dapat menimbulkan kesan manipulatif, menggoda, atau membuka peluang terjadinya penyimpangan moral. Hamzah menekankan bahwa fokus utama ayat ini adalah etika komunikasi, yaitu bagaimana menjaga kehormatan dan integritas dalam berbicara, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Dengan demikian, ayat ini tidak membatasi partisipasi perempuan di ruang publik, melainkan mengarahkan pada terciptanya komunikasi yang beretika, bermartabat, dan bebas dari objektifikasi. Kata kunci: Takhḍa‘na bil-Qauli, Fatimah Kariman Abdul Latif Hamzah, etika komunikasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 11 May 2026 02:22 | ||||||||||||
| Last Modified: | 11 May 2026 02:22 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93578 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
