RUSMINI, - (2026) URF TIJARI TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI BUAH DURIAN DENGAN SISTEM WATONAN DI DESA BUNGIN TINGGI KECAMATAN SIRAH PULAU PADANG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR PROVINSI SUMATERA SELATAN PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
TANPA BAB IV - Rusmini Mini.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
PEMBAHASAN - Rusmini Mini.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (864kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
IMG - Rusmini Mini.pdf - Published Version Download (639kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Rusmini. (2026): ‘Urf Tijari terhadap Praktik Jual Beli Buah Durian dengan Sistem Watonan di Desa Bungin Tinggi Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan Perspektif Fiqh Muamalah Seharusnya ada hak khiyar bagi orang yang melakukan jual beli agar tidak dirugikan dalam transaksi yang mereka lakukan, sehingga kemaslahatan yang dituju dalam suatu transaksi tersebut tercapai. Namun yang terjadi di Desa Bungin Tinggi Kecamatan Sirah Padang Provinsi Sumatera Selatan praktik jual beli buah durian di mana penjualnya tidak memberikan hak khiyar kepada si pembeli buah durian, yang kemudian dikenal dengan sistem watonan. Tujuan penelitian adalah: pertama, untuk mengetahui kedudukan sistem watonan sebagai bentuk urf tijari (adat kebiasaan transaksi) dalam praktik jual beli buah durian di Desa Bungin Tinggi Kecamatan Sirah Pulau Padang Provinsi Sumatera Selatan. Kedua, untuk mengetahui praktik jual beli dengan sistem watonan di Desa Bungin Tinggi Kecamatan Sirah Pulau Padang Provinsi Sumatera Selatan perspektif Fiqh Muamalah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research). Penelitian ini menggunakan jenis data kualitatif. Subyek dalam penelitian yaitu penjual dan pembeli buah durian watonan sedangkan obyek penelitian praktik jual beli buah durian dengan sistem watonan di Desa Bungin Tinggi. Populasi yang digunakan yaitu 7 orang penjual dan 6 orang pembeli watonan sedangkan sampelnya menggunakan teknik total sampling. Data primer penelitian diperoleh dengan melakukan teknik wawancara dengan penjual dan pembeli sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku Fiqh Muamalah dan buku pendukung lainnya yang relevan. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan metode penulisan menggunakan deskriptif dan deduktif. Hasil dari penelitian ini, pertama sistem watonan dalam jual beli buah durian di Desa Bungin Tinggi merupakan bentuk ‘urf tijari (kebiasaan dalam transaksi) yang telah lama dilakukan dan diterima oleh masyarakat setempat. Namun demikian, kebiasaan tersebut tidak sepenuhnya menjamin terpenuhinya hak-hak pembeli, khususnya dalam hal hak khiyar. Praktik ini muncul dari kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli buah durian secara lebih praktis dan cepat, terutama ketika musim panen buah durian tiba. Kedua praktik jual beli buah durian dengan sistem watonan dalam perspektif Fiqh Muamalah pada dasarnya telah memenuhi sebagian rukun dan syarat jual beli, seperti adanya penjual dan pembeli sebagai pihak yang berakad, adanya kesepakatan harga melalui ijab dan qabul, serta adanya objek jual beli yang dapat diserahterimakan secara langsung. Kata kunci: watonan, ‘urf tijari, jizaf, khiyar, Fiqh Muamalah
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 330 Ilmu Ekonomi | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Rina Amelia - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 05 May 2026 04:53 | ||||||||||||
| Last Modified: | 05 May 2026 04:53 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93533 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
