Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

REDUKSI RESISTANSI PENTANAHAN BATANG TUNGGAL MENGGUNAKAN KOMBINASI ZAT ADITIF BENTONIT, GYPSUM, DAN GARAM (Studi Kasus: Transformator Distribusi PN-732 PT. PLN (Persero) ULP Panam)

ADRINA DZAHABIYYAH, - (2026) REDUKSI RESISTANSI PENTANAHAN BATANG TUNGGAL MENGGUNAKAN KOMBINASI ZAT ADITIF BENTONIT, GYPSUM, DAN GARAM (Studi Kasus: Transformator Distribusi PN-732 PT. PLN (Persero) ULP Panam). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL - ADRINA DZAHABIYYAH TEKNIK ELEKTRO.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - ADRINA DZAHABIYYAH TEKNIK ELEKTRO.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
surat pernytaan adrina dzahabiyyah - ADRINA DZAHABIYYAH TEKNIK ELEKTRO.pdf - Published Version

Download (117kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Nilai resistansi pentanahan yang tinggi dapat menurunkan tingkat keamanan sistem tenaga listrik karena arus gangguan tidak dapat dialirkan ke tanah secara optimal. Pada tahun 2023, transformator distribusi PN-732 mengalami kerusakan akibat sambaran petir yang menyebabkan gangguan pasokan listrik serta mengganggu aktivitas perkuliahan di Fakultas Pertanian. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem pentanahan pada transformator distribusi PN-732 belum bekerja secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai resistivitas tanah serta menganalisis perubahan nilai resistansi pentanahan sebelum dan sesudah penerapan soil treatment menggunakan kombinasi zat aditif bentonit, gypsum, dan garam dengan elektoda batang tunggal. Metode penelitian dilakukan dengan empat parit pengujian dengan kedalaman 1 meter, diameter 20 cm, dan jarak antarparit 2 meter. Pengujian dilakukan kondisi basah dan kondisi kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan zat aditif mampu menurunkan nilai resistansi pentanahan secara signifikan. Pada kondisi tanah basah, nilai resistansi setelah soil treatment menurun menjadi 77,6 Ω–85,6 Ω dibandingkan nilai awal sebesar 539,6 Ω. Pada kondisi tanah kering, nilai resistansi menurun dari 780,6 Ω menjadi 113,6 Ω–130,4 Ω. Persentase penurunan terbesar terjadi pada Parit 2 dengan penurunan lebih dari 85%, sedangkan Parit 3 menunjukkan nilai resistansi tertinggi di antara parit yang diberi perlakuan. Kata kunci: resistansi pentanahan, soil treatment, elektroda batang, sistem pentanahan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorLILIANA, -2012107801lili_fst@yahoo.co.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Elektro
Depositing User: Mr Eko Syahputra
Date Deposited: 13 Apr 2026 03:29
Last Modified: 13 Apr 2026 03:29
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93428

Actions (login required)

View Item View Item