AMIR RUSYDI BIN MOHAMMAD (2026) HUKUM KONSUMSI BELUT STUDI KOMPARATIF MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI'I. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.
|
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI AMIR RUSYDI BIN MOHAMMAD - TAMPA BAB HASIL - AMIR RUSYDI BIN MOHAMMAD Perbandingan Madzhab S1.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
SKRIPSI AMIR RUSYDI BIN MOHAMMAD - BAB HASIL - AMIR RUSYDI BIN MOHAMMAD Perbandingan Madzhab S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text (Pernyataan)
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS - AMIR RUSYDI BIN MOHAMMAD Perbandingan Madzhab S1.pdf - Published Version Download (293kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Amir Rusydi Bin Mohammad (2026) : Hukum Konsumsi Belut (Studi Komparatif Mazhab Hanafi Dan Mazhab Syafi’i) Penelitian ini membahas hukum konsumsi belut (Monopterus albus) dari sudut pandang fiqh. Kajian ini membandingkan pandangan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi'i. Permasalahan ini muncul kerana ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang status kehalalan belut. Belut mempunyai bentuk fisik yang serupa ular, tetapi hidup sepenuhnya di air dan sering digunakan oleh masyarakat, terutamanya di kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pandangan Imam Mazhab Hanafi dan Imam Mazhab Syafi'i mengenai hukum memakan belut sawah, serta dalil-dalil yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan hukum tersebut. Selain itu, penelitian ini juga mencoba menganalisis perbedaan pandangan kedua mazhab tersebut dengan menggunakan pendekatan fikih muqāran, yaitu pendekatan perbandingan mazhab. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan normatif. Data primer didapat dari kitab-kitab yang sudah dihargai dalam Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi‘i, sedangkan data sekunder datang dari buku-buku perbandingan fiqh, jurnal ilmiah, serta sumber-sumber lain yang sesuai. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode deskriptifkomparatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa menurut Imam Mazhab Syafi'i, belut dianggap halal karena termasuk hewan air yang hidup sepenuhnya di dalam air, dan tidak ada dalil khusus yang menyatakan bahwa hewan ini dilarang. Pendapat ini didasarkan pada dalil umum dalam Surah al-Mā’idah ayat 96 yang memperbolehkan ikan dan hewan laut lainnya untuk dikonsumsi. Sementara itu, Menurut imam mazhab Hanafi, secara umum hewan laut yang boleh dimakan hanyalah ikan. Namun, dalam perkembangannya, para ulama Hanafi terdapat perbedaan pendapat. Perbedaan ini muncul dari perbedaan dalam mengartikan kategori "ikan" serta metode istinbāṭ hukum yang diterapkan oleh masing-masing mazhab. Berdasarkan hasil analisis, pendapat yang lebih kuat adalah bahwa belut halal, karena ia hidup sepenuhnya di air dan termasuk dalam kategori umum dalil tentang kehalalan hewan laut. Kata Kunci : Belut Sawah, Hukum Konsumsi, Fikih Muqaran
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. Supliadi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 04:09 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Apr 2026 04:09 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93394 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
