MUHAMMAD HANIF BIN CHE BAHROM, - (2026) HUKUM MENCABUT TUMBUHAN DI ATAS KUBUR (STUDI KOMPARATIF SYEIKH ZAINUDDIN AL-MALIBARI DAN IMAM IBNU ABIDIN). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI MUHAMMAD HANIF BIN CHE BAHROM TANPA BAB HASIL - MUHAMMAD HANIF BIN CHE Perbandingan Madzhab S1.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
SKRIPSI MUHAMMAD HANIF BIN CHE BAHROM BAB HASIL - MUHAMMAD HANIF BIN CHE Perbandingan Madzhab S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (716kB) |
||
|
Text (Pernyataan)
SURAT PERNYATAAN SIMPAN KARYA - MUHAMMAD HANIF BIN CHE Perbandingan Madzhab S1.pdf - Published Version Download (108kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini membahas hukum mencabut tumbuhan di atas kubur melalui studi komparatif antara Syeikh Zainuddin al-Malibari dari mazhab Syafi’i dan Imam Ibnu Abidin dari mazhab Hanafi. Permasalahan ini muncul akibat adanya perbedaan pandangan ulama mengenai status hukum mencabut tumbuhan yang masih basah di atas kubur, yang dikaitkan dengan hadis tentang peletakan pelepah kurma oleh Rasulullah SAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat kedua tokoh, dalil-dalil yang digunakan dalam istinbat hukum, serta menganalisis perbedaan metodologi yang melatarbelakangi perbedaan tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif. Sumber data primer berasal dari karya utama kedua tokoh, yaitu Fath al-Mu’in dan Radd al-Muhtar, serta didukung oleh kitab-kitab syarah dan literatur fikih lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syeikh Zainuddin al-Malibari menghukumi haram mencabut tumbuhan yang masih basah karena dianggap menghilangkan hak dan manfaat yang seharusnya diperoleh oleh mayit. Sementara itu, Imam Ibnu Abidin menghukumi makruh mencabut tumbuhan yang masih basah di atas kubur karena diyakini masih bertasbih dan memberikan manfaat rohani bagi si mayit, sedangkan tumbuhan yang telah kering boleh dicabut. Perbedaan ini terletak pada tingkat larangan (tahrim dan karahah), meskipun keduanya sepakat mengenai adanya manfaat tasbih tumbuhan bagi penghuni kubur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat dalam menyikapi perbedaan pendapat ulama terkait adab dan hukum di area pemakaman. Kata kunci : Tumbuhan atas kubur, Hukum Mencabut, Fikih Muqaran,
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 06 Mar 2026 04:14 | ||||||||||||
| Last Modified: | 06 Mar 2026 04:14 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93325 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
