M.FARHAN ASHRI UMRI, - (2026) PELAKSANAAN IHDAD BAGI WANITA YANG DITINGGAL MATI OLEH SUAMI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI DI DESA PONDOK GELUGUR). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI FARHAN KECUALI BAB HASIL - Mfarhan Ashri umri.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
SKRIPSI FARHAN BAB HASIL - Mfarhan Ashri umri.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (557kB) |
||
|
Text (Pernyataan)
pernyataan publikasi m. farhan - Mfarhan Ashri umri.pdf - Published Version Download (444kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi membahas tentang pelaksanaan ihdad (masa berkabung) di desa pondok gelugur bagi istri yang ditinggal mati oleh suaminya masih belum berjalan dengan baik Seperti masih memakai wangi- wanigan, masih keluar rumah tanpa alasan syar.i. Padahal Ihdad merupakan kewajiban yang harus dijalankan sesuai aturan dalam Hukum Islam. Yang mana seharuasnya Wanita yang ditinggal mati oleh suaminya tidak boleh memakai wangi- wangian, berhias, dan keluar rumah. Yang bertentangan dengan syari’at Islam. Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: pertama, untuk mengetahui pelaksanaan ihdad di desa pondok gelugur. Kedua, untuk mengetahui perspektif Hukum Islam terhadap pelaksanaan Ihdad di desa pondok gelugur. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang dilakukan di Desa Pondok Gelugur Kecamatan Lubuk Batu Jaya Kabupaten Indragiri Hulu. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan hasil penelitian yang relevan. Adapun populasi terdiri dari kepala desa, tokoh agama, ibu- ibu yang ditinggal mati oleh suaminya dan informan terdiri dari 8 orang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan: pertama, pelaksanaan ihdad bagi wanita yang ditinggal mati oleh suaminya di Desa Pondok Gelugur belum berjalan dengan optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat, khususnya para wanita, mengenai ketentuan Ihdad. Akibatnya, masih banyak wanita yang menggunakan wewangian dan berhias selama masa ihdad, yang seharusnya dihindari sesuai dengan ajaran Islam, Kedua, Hukum Islam menegaskan bahwa wanita yang ditinggal mati oleh suaminya wajib berihdad maka salah satunya dilarang berhias agar tidak menimbulkan fitnah. Oleh karena itu, perbuatan seperti berhias, memakai wangi-wangian, dan keluar rumah tanpa alasan yang bersifat syar’i tidak diperbolehkan selama masa ihdad. Namun, jika alasannya bersifat syar’i seperti keluar rumah untuk bekerja agar memenuhi kebutuhan hidup dan tidak dengan berhias berlebihan maka boleh-boleh saja. Kata Kunci : Ihdad, Hukum Islam, Wanita Ditinggal Mati, Masyarakat Desa Pondok Gelugur, Masa Berkabung.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 08:20 | ||||||||||||
| Last Modified: | 02 Feb 2026 08:20 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93283 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
