Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

REPRESENTASI KEKERASAN SIMBOLIK DALAM FILM “PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI”

ZUL IHSAN (2026) REPRESENTASI KEKERASAN SIMBOLIK DALAM FILM “PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI”. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
1 TANPA BAB 5 ZUL IHSAN) INSYAALLAH ACC fixx validasi - ZUL IHSAN ILMU KOMUNIKASI.pdf

Download (5MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
2 BAB 5 ZUL IHSAN - ZUL IHSAN ILMU KOMUNIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN)
publikasi zul - ZUL IHSAN ILMU KOMUNIKASI.pdf

Download (479kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi kekerasan simbolik dalam film "Pengepungan di Bukit Duri" (2025) karya sutradara Joko Anwar menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Kekerasan simbolik, konsep yang dikembangkan oleh Pierre Bourdieu, merujuk pada dominasi halus yang bekerja melalui simbol, bahasa, dan norma sosial yang tampak natural namun memperkuat ketimpangan struktural. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup tiga tingkat signifikasi: denotasi (makna literal), konotasi (makna kultural), dan mitos (ideologi tersembunyi). Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan observasi terhadap adegan-adegan film, dengan validasi menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian mengidentifikasi lima bentuk kekerasan simbolik yang termanifestasi dalam film: (1) Bahasa dan ucapan merendahkan yang menormalisasi diskriminasi etnis melalui istilah seperti "Cina", "sipit", dan "babi" sebagai penanda identitas inferior; (2) Pengabaian suara yang merepresentasikan ketimpangan relasi kuasa antara guru-murid dan mayoritas-minoritas; (3) Stereotip gender yang memperkuat subordinasi perempuan dalam konstruksi patriarkal; (4) Norma dan nilai budaya yang melegitimasi hierarki rasial sebagai bagian alamiah masyarakat; dan (5) Media dan representasi yang berpotensi mereproduksi atau mengkritisi stereotip sosial. Temuan menunjukkan bahwa kekerasan simbolik dalam film bekerja secara sistemik melalui internalisasi habitus yang membuat diskriminasi diterima sebagai kewajaran, di mana identitas etnis Tionghoa secara konsisten diposisikan sebagai "liyan" yang rentan dan berbahaya, sementara struktur kekuasaan institusional mempertahankan dominasi melalui kekerasan verbal yang terlegitimasi. Film ini berfungsi ganda sebagai cermin realitas sosial Indonesia sekaligus kritik terhadap normalisasi ketidakadilan struktural yang masih mewarnai hubungan antarkelompok dalam masyarakat multikultural Indonesia. Kata Kunci: Kekerasan Simbolik, Representasi, Semiotika Roland Barthes, Film Indonesia, Diskriminasi Etnis

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorFIRDAUS EL HADI, -2012127602firdaus.elhadi@uin-suska.ac.id
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 302 Interaksi Sosial, Hubungan Antarpersonal > 302.2 Komunikasi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Ari Eka Wahyudi
Date Deposited: 30 Jan 2026 02:03
Last Modified: 30 Jan 2026 02:03
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93217

Actions (login required)

View Item View Item