JUWITA PUTRI (2026) RELEVANSI PENAFSIRAN Q.S AL-NISA' AYAT 19 DALAM MENGATASI FENOMENA MARRIAGE IS SCARY KARENA KDRT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
BAB GABUNGAN - JUWITA PUTRI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB IV - JUWITA PUTRI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN)
PERNYATAAN - JUWITA PUTRI Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf Download (96kB) | Preview |
Abstract
Skripsi ini berjudul “Relevansi Penafsiran Q.S. al-Nisā’ Ayat 19 dalam Menangani Fenomena Marriage is Scary Akibat KDRT.” Fenomena Marriage is Scary menggambarkan ketakutan untuk menikah, yang mendorong sebagian individu menunda atau bahkan menghindari pernikahan. Padahal, al-Qur’an memerintahkan dan menganjurkan umat manusia untuk menikah, sebagaimana dalam Q.S. al-Nūr ayat 32. Salah satu faktor signifikan yang memicu ketakutan tersebut adalah maraknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Rumusan masalah dalam penelitain ini adalah (1) bagaimana penafsiran Q.S al-Nisa ayat 19 perspektif mufassir? (2) bagaimana relevansi Q.S al-Nisa’ ayat 19 dengan fenomena Marriage is Scary dalam konteks KDRT? (3) bagaimana mengatasi ketakutan menikah karena KDRT perspektif Q.S al-Nisa ayat 19? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penafsiran Q.S. al-Nisā’ ayat 19, menjelaskan relevansi ayat tersebut terhadap fenomena Marriage is Scary, serta menguraikan upaya mengatasi ketakutan menikah akibat KDRT berdasarkan Q.S al-Nisa ayat 19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian pustaka (library research). Sumber data primer meliputi al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir, terutama Tafsir al-Munīr karya Wahbah al-Zuḥailī, Tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān karya Sayyid Quṭb, serta Tafsir al-Mishbaḥ karya M. Quraish Shihab. Adapun sumber sekunder diperoleh dari buku, artikel ilmiah, dan literatur lain yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. al-Nisā’ ayat 19 mengapus tradisi mewarisi wanita dan mendapatkan keadilan serta hak bagi wanita, dalam relevansi ayat ini dengan fenomena Marriage is Scary mengenai gambaran hubungan yang buruk masa itu mengenai perlakuan laki-laki terhadap Perempuan, yang mana dengan fenomena Marriage is Scary menggambarkan ketakutan akan hubungan buruk yang terjadi dalam pernikahan. Selain itu, ayat ini menawarkan dua prinsip dasar dalam mengatasi ketakutan menikah yang muncul akibat KDRT, yaitu kewajiban memperlakukan istri dengan baik (mu‘āsyarah bi al-ma‘rūf) dan anjuran untuk bersabar dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Kedua prinsip ini menjadi landasan normatif penting dalam membangun pernikahan yang harmonis dan bebas dari kekerasan. Kata kunci : Marriage is Scary, KDRT, Surah Al-Nisa’ Ayat 19, Penafsiran
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.261 Islam dan Filsafat | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Aqidah dan Filsafat | ||||||||||||
| Depositing User: | Ari Eka Wahyudi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 02:52 | ||||||||||||
| Last Modified: | 28 Jan 2026 02:52 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93080 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
