NADA PUTRA SEMBILAN, - (2026) PRAKTIK HAK ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH (Studi Kasus Di Kampung Petok, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI BAB 1 - 5 KECUALI 4 HASIL.. - nada nurfitria.pdf Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB 4 HASIL - nada nurfitria.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PUBLIKASI)
surat pernyataan publikasi (1) - nada nurfitria.pdf Download (141kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Nada Putra Sembilan (2025): PRAKTIK HAK ASUH ANAK DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH (Studi Kasus Di Kampung Petok, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman) Penelitian ini berangkat dari adanya praktik pengasuhan anak (Hadhanah) di Kampung Petok, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, yang menunjukkan kecenderungan penyerahan wewenang pengasuhan anak kepada keluarga besar akibat orang tua merantau atau memilih mengabaikan tanggung jawab pengasuhan. Kondisi tersebut memunculkan perubahan peran sebagai pengasuh utama serta menimbulkan permasalahan terkait terpenuhinya hak, kebutuhan, dan perlindungan anak sesuai ketentuan Hukum Islam. Tujuan untuk mendeskripsikan praktik hak asuh anak yang berlangsung di Kampung Petok serta menganalisisnya melalui perspektif Maqashid Syariah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap keluarga anak, masyarakat setempat, serta tokoh yang mengetahui kondisi sosial pengasuhan. Selanjutnya data dianalisis untuk memperoleh gambaran faktual mengenai pola pelaksanaan Hadhanah dan keterkaitannya dengan ketentuan Maqashid Syariah. Hasil dari penelitian, diperoleh temuan bahwa pengasuhan anak di Kampung Petok umumnya dialihkan kepada Ibu maupun keluarga besar karena orang tua bekerja di luar daerah atau tidak menjalankan kewajiban sebagai pengasuh utama. Pengasuhan tersebut berlangsung secara temurun atas dasar rasa tanggung jawab keluarga untuk menjamin keberlangsungan hidup anak. Namun dalam Praktiknya, pemenuhan kebutuhan emosional, pendidikan, dan ekonomi anak belum berjalan optimal sehingga hak anak tidak terpenuhi secara maksimal. Ditinjau dalam perspektif Maqashid Syariah, kewajiban Hadhanah seharusnya melekat pada orang tua khususnya ibu sebagaimana diatur dalam syariat dan Kompilasi Hukum Islam. Akan tetapi, pada kasus Kampung Petok, pelimpahan pengasuhan kepada keluarga besar dapat dibenarkan sebagai keadaan darurat guna menjaga kemaslahatan anak. Berdasarkan konsep Maqasid Syariah, praktik pengasuhan tersebut telah mengupayakan perlindungan terhadap jiwa (Hifzh Al-nafs) dan keturunan (Hifzh Al-nasl), namun belum sepenuhnya menjamin perlindungan akal (Hifzh Al-aql) dan pemenuhan kebutuhan pendidikan. Oleh karena itu, pelaksanaan Hadhanah di Kampung Petok meskipun membawa kemaslahatan, belum sepenuhnya sejalan dengan tujuan Maqashid Syariah sehingga dibutuhkan keterlibatan aktif orang tua baik secara finansial maupun emosional untuk mewujudkan pengasuhan yang ideal. Kata Kunci: Hadhanah, Hukum Islam, Maqasid Syariah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Mrs. Rasdanelis - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 01:31 | ||||||||||||
| Last Modified: | 28 Jan 2026 01:31 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/93045 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
