SUMANTRI ADENIN, - (2026) IMPLEMENTASI PEMBAGIAN HARTA WARISAN MASYARAKAT ADAT MELAYU DI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Disertasi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
DISERTASI SUMANTRI ADENIN BAB GABUNGAN - Sumantri Adenin.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
DISERTASI SUMANTRI ADENIN BAB HASIL - Sumantri Adenin.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (854kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
Surat Pernyataan Persetujuan - Sumantri Adenin.pdf - Published Version Download (395kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa masyarakat Melayu di Kabupaten Kepulauan Meranti hingga kini masih melaksanakan pembagian warisan berdasarkan ketentuan adat yang diwariskan secara turun-temurun. Praktik tersebut sering kali tidak sejalan dengan ketentuan faraidh dalam hukum Islam, terutama dalam hal penundaan pembagian warisan dan penguasaan harta oleh pasangan pewaris yang masih hidup. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat Melayu di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan tujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembagian harta warisan yang dilakukan oleh masyarakat tersebut, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya secara adat, serta mengkaji implementasi tersebut dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan desain etnografi. Informan penelitian terdiri atas tokoh adat, tokoh masyarakat, dan keluarga ahli waris. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian harta warisan masyarakat Melayu di Kabupaten Kepulauan Meranti dilakukan berdasarkan hukum adat yang mengedepankan asas kekeluargaan dan musyawarah. Pembagian warisan baru dilakukan setelah kedua orang tua meninggal dunia, dengan pola pembagian sama rata antara anak laki-laki dan perempuan. Faktor yang memengaruhi praktik ini antara lain tanggung jawab menjaga marwah pewaris, penghormatan terhadap keluarga, serta nilai keharmonisan dan kebersamaan yang kuat. Dalam perspektif hukum Islam, praktik ini belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan faraidh, kecuali pada pembagian sama rata yang dilakukan atas dasar kerelaan (ridha) dan perdamaian (ṣulḥ) di antara para ahli waris. Kata Kunci: Pembagian Warisan, Masyarakat Melayu, Hukum Islam, Kepulauan Meranti, Hukum Waris Adat.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Program Pascasarjana > S3 > Hukum Keluarga | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr Eko Syahputra | ||||||||||||
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 02:55 | ||||||||||||
| Last Modified: | 27 Jan 2026 02:55 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92935 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
