PUTERI NURAISYAH, - (2026) PENERAPAN METODE TOPSIS DAN FUZZY TOPSIS UNTUK PEMERINGKATAN KETAHANAN PANGAN ANTAR PROVINSI DI INDONESIA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI (BAB I,II,III,V) - PUTERI NURAISYAH - PUTERI NURAISYAH MATEMATIKA.pdf - Published Version Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
SKRIPSI (BAB IV) - PUTERI NURAISYAH - PUTERI NURAISYAH MATEMATIKA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (PERNYATAAN PUBLIKASI)
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI-PUTERI NURAISYAH - PUTERI NURAISYAH MATEMATIKA.pdf - Published Version Download (109kB) | Preview |
Abstract
Ketahanan pangan mencerminkan terpenuhinya pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau bagi seluruh individu. Berdasarkan Food and Agriculture Organization (FAO), ketahanan pangan memiliki empat dimensi utama yaitu dimensi ketersediaan pangan, pemanfaatan pangan, akses pangan, dan stabilitas pangan. Dalam penelitian ini, dimensi ketersediaan pangan diukur melalui produksi beras dan jagung, dimensi pemanfaatan pangan diukur melalui konsumsi kalori dan protein, dimensi akses pangan diukur melalui tingkat kemiskinan, dan dimensi stabilitas pangan diukur melalui prevalensi stunting. Penelitian ini menerapkan metode TOPSIS dan Fuzzy TOPSIS untuk pemeringkatan ketahanan pangan provinsi di Indonesia dengan melibatkan tiga decision maker. Metode TOPSIS menggunakan nilai numerik tegas atau crisp untuk menentukan jarak alternatif terhadap solusi ideal positif dan negatif, sedangkan Fuzzy TOPSIS merupakan pengembangan TOPSIS dengan menggunakan Triangular Fuzzy Number (TFN) guna mengakomodasi ketidakpastian dalam proses penilaian. Perbedaan pendekatan antara kedua metode ini mencerminkan kemampuan Fuzzy TOPSIS dalam mengakomodasi unsur ketidakpastian melalui penggunaan bilangan fuzzy, sehingga menghasilkan nilai preferensi yang lebih halus dibandingkan dengan metode TOPSIS. Hasil pemeringkatan menunjukkan bahwa kedua metode memberikan susunan peringkat yang berbeda, meskipun provinsi dengan ketahanan pangan tinggi menunjukkan kesesuaian kategori di kedua metode. Beberapa provinsi mengalami perpindahan kategori, seperti Papua Pegunungan dan Sulawesi Barat yang berada pada kategori sedang dalam metode TOPSIS tetapi masuk kategori rendah dalam metode Fuzzy TOPSIS. Selain itu, Sumatera Barat dan Riau berada pada kategori rendah pada TOPSIS tetapi naik ke kategori sedang pada Fuzzy TOPSIS.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Matematika | ||||||||
| Depositing User: | Ayu - Apriliani | ||||||||
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 01:09 | ||||||||
| Last Modified: | 27 Jan 2026 01:09 | ||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92898 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
