ROBIATUL ARDAWIYAH (2026) AL-WUJUH WA AN-NAZA’IR DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS MAKNA LAFAZ IMRA’AH DAN ZAUJAH DALAM KONTEKS HUBUNGAN PERKAWINAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV ROBIATUL ARDAWIYAH - robiatul ardawiyah.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
SKRIPSI BAB IV ROBIATUL ARDAWIYAH - robiatul ardawiyah.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN)
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI - robiatul ardawiyah.pdf Download (393kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Skripsi ini berjudul: AL-WUJUH WA AN-NAZA’IR DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS MAKNA LAFAZ IMRA’AH DAN ZAUJAH DALAM KONTEKS HUBUNGAN PERKAWINAN Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, distribusi, serta perbedaan makna lafaz imra’ah dan zaujah dalam Al-Qur’an berdasarkan perspektif al-wujūh wa an-naẓā’ir, khususnya dalam konteks relasi perkawinan. Rumusan masalah dalam penelitian ini: (1) Apa saja bentuk-bentuk lafaz imra’ah dan zaujah dalam Al-Quran? (2) Bagaimana analisis makna lafaz imra’ah dan zaujah dalam konteks hubungan perkawinan perspektif al-wujuh wa an-naza’ir ? Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui content analysis, sedangkan penyajian data menggunakan metode deskriptif-analitis. Sumber data penelitian terdiri atas data primer berupa Al-Qur’an, data sekunder berupa kitab tafsir dan literatur linguistik Al-Qur’an, serta data tersier berupa karya pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lafaz imra’ah muncul sebanyak 26 kali dalam 15 surah dengan enam bentuk derivasi, di mana 21 kali bermakna “istri”. Adapun lafaz zauj beserta derivasinya muncul sebanyak 81 kali dalam 72 ayat pada 43 surah dengan 21 bentuk derivasi, dan 40 kali di antaranya secara khusus bermakna “istri”. Dari perspektif al-wujūh wa an-naẓā’ir, meskipun kedua lafaz tersebut secara leksikal bermakna “istri”, Al-Qur’an menggunakannya secara selektif. Lafaz imra’ah digunakan untuk menggambarkan relasi perkawinan yang tidak utuh atau tidak ideal, seperti perbedaan akidah, keterbatasan biologis, dan ketidakharmonisan relasi. Sebaliknya, lafaz zaujah merepresentasikan relasi perkawinan yang utuh, harmonis, dan ideal, yang ditandai oleh kesatuan spiritual serta tercapainya tujuan perkawinan berupa sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kata Kunci: Imra’ah,Zaujah, Al-wujuh wa An-naza’ir
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ari Eka Wahyudi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 06:49 | ||||||||||||
| Last Modified: | 27 Jan 2026 02:26 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92870 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
