SISKI EKA PUTRA (2026) KONTEKSTUALISASI MAKNA ISTI’FAF DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF MUFASSIR (Kajian Tafsir Tematik). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV SISKI EKA PUTRA - siski eka putra.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
SKRIPSI BAB IV SISKI EKA PUTRA - siski eka putra.pdf Restricted to Repository staff only Download (883kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN)
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI - siski eka putra.pdf Download (387kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Isti’fāf merupakan salah satu konsep moral penting dalam Al-Qur’an yang berkaitan dengan upaya menjaga diri dan kehormatan dari perilaku yang dilarang oleh syariat. Namun, dalam realitas sosial kontemporer, makna isti’fāf sering dipahami secara sempit dan kurang kontekstual sehingga belum sepenuhnya relevan dalam menjawab tantangan moral masyarakat modern. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengontekstualisasikan makna isti’fāf dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 33 dan An-Nisa’ ayat 6 berdasarkan perspektif para mufassir melalui pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir karya para mufassir klasik dan kontemporer, seperti Tafsir al-Ṭabari, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Qurṭubi, dan Tafsir al-Misbah. Adapun sumber data sekunder berupa buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan dengan pembahasan isti’fāf. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif-analitis dengan langkah-langkah tafsir tematik, yaitu menghimpun ayat-ayat terkait isti’fāf, mengkaji asbāb al-nuzūl, munāsabah ayat, serta penafsiran para mufassir, kemudian menarik kesimpulan secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isti’fāf dalam Al-Qur’an tidak hanya dimaknai sebagai menahan diri dari perbuatan zina, tetapi juga mencakup upaya menjaga kehormatan, pengendalian hawa nafsu, serta komitmen moral dalam berbagai aspek kehidupan. Para mufassir menegaskan bahwa isti’fāf memiliki dimensi individual dan sosial yang relevan untuk dikontekstualisasikan dalam kehidupan modern, khususnya dalam menghadapi tantangan pergaulan bebas dan budaya digital. Dengan demikian, kontekstualisasi makna isti’fāf dalam Al-Qur’an dapat menjadi landasan etis dalam pembentukan karakter dan moralitas umat Islam di era kontemporer. Kata Kunci: Isti’fāf, Al-Qur’an, Mufassir, Tafsir Tematik, Kontekstualisasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 297 Islam > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ari Eka Wahyudi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 03:48 | ||||||||||||
| Last Modified: | 26 Jan 2026 03:48 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92849 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
