Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

المشترك اللفظي: معنى كلمة عقر في القرآن الكريم (دراسة دلالية)

VENI JUNIATI (2026) المشترك اللفظي: معنى كلمة عقر في القرآن الكريم (دراسة دلالية). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV VENI JUNIATI - VENI JUNIATI Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
SKRIPSI BAB IV VENI JUNIATI - VENI JUNIATI Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (894kB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN)
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI - VENI JUNIATI Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf

Download (206kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji secara semantik kata عقر dalam Al-Qur'an, dengan memandangnya sebagai salah satu lafaz musytarak (kata yang memiliki lebih dari satu makna) yang maknanya beragam sesuai dengan konteks Al-Qur'an. Kata ini disebutkan dalam delapan tempat pada berbagai surah dengan bentuk yang beragam, meliputi fi'il madhi (kata kerja lampau), dan isim (kata benda). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai makna yang terkandung dalam kata-kata tersebut, menjelaskan faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi penentuan maknanya, serta menganalisis bagaimana sejumlah mufasir memahami dan menafsirkan lafaz ini berdasarkan pendekatan tafsir dan kebahasaan yang mereka gunakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara menghimpun data dari kitab-kitab tafsir dan kamus-kamus bahasa Arab, kemudian menganalisisnya berdasarkan pendekatan semantik linguistik dan konteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata عقر dalam Al-Qur'an digunakan untuk mengungkapkan makna yang beragam, sesuai dengan konteks ayat tempat kata tersebut digunakan. Di antara makna yang paling menonjol adalah makna membunuh atau membinasakan, sebagaimana terlihat dalam kisah penyembelihan unta Nabi Shalih, serta makna mandul atau tidak mampu melahirkan, sebagaimana digunakan untuk menggambarkan keadaan istri Nabi Zakariyya dalam surah Ali ‘Imran dan surah Maryam. Melalui analisis tersebut tampak jelas bahwa konteks Al-Qur'an memainkan peranan yang sangat penting dalam menentukan makna yang dimaksud, karena makna kata dapat berubah sesuai dengan posisi lafaz, susunan kalimat, dan fungsi katanya dalam struktur ayat. Selain itu, terlihat bahwa para mufasir seperti al-Zamakhsyari, al-Baidhawi, dan M. Quraish Shihab memiliki kesepakatan dalam makna umum lafaz tersebut, namun berbeda dalam gaya bahasa, cara penyajian, dan arah penafsiran sesuai dengan metode yang mereka anut masing-masing. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam menegaskan pentingnya fenomena musytarak lafzhi dan menyediakan dalam memperkaya makna Al-Qur'an, serta menghadirkan contoh kajian luas penerapan Al-Qur'an dari perspektif linguistic semantik yang memperhatikan konteks dan petunjuk-petunjuk tekstual. Kata kunci: musytarak lafzhi, عقر, para mufasir

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorLUKMANUL HAKIM, -2002058901man89th@uin-suska.ac.id
Subjects: 297 Islam > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Ari Eka Wahyudi
Date Deposited: 23 Jan 2026 07:43
Last Modified: 23 Jan 2026 07:43
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92734

Actions (login required)

View Item View Item