FADHIL DHAIFULLAH, - (2026) EVALUASI KETAHANAN KLON Eucalyptus pellita F. Muell. TERHADAP BEBERAPA ISOLAT Ceratocystis. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text
FILE LENGKAP KECUALI HASIL PENELITIAN (BAB IV) - Fadhil Dhaifullah.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (bAB HASIL)
FILE HASIL PENELITIAN (BAB IV) - Fadhil Dhaifullah.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text
PUBLIKASI - Fadhil Dhaifullah.pdf Download (79kB) | Preview |
Abstract
EVALUASI KETAHANAN KLON Eucalyptus pellita F. Muell. TERHADAP BEBERAPA ISOLAT Ceratocystis Fadhil Dhaifullah (12180214435) Di bawah bimbingan Syukria Ikhsan Zam dan Bayo Alhusaeri Siregar INTISARI Ceratocystis merupakan patogen yang menyebabkan penyakit busuk batang dan layu mematikan pada Eucalyptus pellita, sehingga mengancam produktivitas Hutan Tanaman Industri di Indonesia. Kemampuan adaptasi dan variasi virulensi Ceratocystis serta ketahanan tanaman menjadikan evaluasi ketahanan tanaman sangat penting untuk mendukung program pemuliaan dan pengendalian penyakit secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengevaluasi ketahanan beberapa klon E. pellita terhadap inokulasi isolat Ceratocystis dan menganalisis interaksi virulensi beberapa isolat Ceratocystis terhadap ketahanan klon E. pellita serta mendapatkan klon E. pellita yang tahan terhadap inokulasi isolat Ceratocystis. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret hingga Oktober 2025 di laboratorium Plant Protection Disease (PPD) dan Green House Research and Development (R&D) PT Arara Abadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Perlakuan yang digunakan adalah pengujian enam isolat Ceratocystis (160 C, 106 C, 163 C, 149 C, 387 C, 420 C) terhadap ketahanan tujuh klon E. pellita (77, 6187, 4039, 1518, 1516, 361, 6098). Hasil penelitian menunjukkan bahwa E. pellita yang diinokulasi Ceratocystis menghasilkan respon variasi gejala yang khas seperti perubahan warna berupa nekrosis pada batang dan daun, pembentukan lesio memanjang pada xilem, pengguguran daun, dan kematian tanaman pada infeksi berat. Penelitian ini juga menunjukkan adanya interaksi dan variasi virulensi isolat terhadap ketahanan klon. Berdasarkan nilai indeks keparahan penyakit, isolat 160 (31,50) menunjukkan virulensi tinggi, sedangkan isolat 387 (17,64%) dan 163 (17,13%) virulensi rendah. Klon 1518 dan 1516 menunjukkan ketahanan terbaik dan paling stabil terhadap semua isolat, sementara klon 77 tergolong rentan terhadap beberapa isolat. Kata Kunci: Eucalyptus pellita, Ceratocystis, busuk batang, gejala penyakit, lesio, virulensi, ketahanan klon.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Pertanian dan Peternakan > Agroteknologi | ||||||||||||
| Depositing User: | Mrs. Rasdanelis - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 08:46 | ||||||||||||
| Last Modified: | 22 Jan 2026 08:46 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92653 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
