TRI PRAYOGA (2026) PEMIKIRAN IBNU HAZM TENTANG IHDAD KARENA TALAK BA’IN DALAM KITAB AL-MUHALLA. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.
|
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI TRI PRAYOGA - TANPA BAB HASIL - Tri Prayoga.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
SKRIPSI TRI PRAYOGA - TANPA BAB HASIL - Tri Prayoga.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text (Pernyataan)
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI - Tri Prayoga.pdf - Published Version Download (357kB) | Preview |
Abstract
ABSTAK Tri Prayoga (2025): Pemikiran Ibnu Hazm Tentang Ihdad Karena Talak Ba’in Dalam Kitab Al-Muhalla Penelitian ini dilatar belakangi oleh urgensi pemikiran Ibnu Hazm tentang masalah ihdad karena talak ba’in, yang dalam praktiknya menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan para ulama, dari yang mewajibkan, membolehkan dan hingga memakhruhkan. Salah satu pandangan yang berbeda secara tegas adalah pendapat Ibnu Hazm, ulama mazhab Zahiri, yang tidak mewajibkan ihdad bagi perempuan yang ditalak ba’in secara mutlak. Pandangan ini menarik untuk dikaji karena didasarkan pada metode istibath hukum yang tekstual dan penolakan terhadap pendekatan ra’yu seperti qiyas dan maslahah mursalah. Rumusan masalah dalam penelitian adalah: 1) Bagaimana hukum ihdad bagi istri yang ditalak ba’in oleh suaminya? 2) Bagaimana dalil yang digunakan oleh Ibnu Hazm dalam memutuskan ihdad bagi istri yang telah di talak ba’in? Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan normatif kualitatif serta menggunakan metode deskriptif-analisis. Yaitu teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi yaitu untuk memahami makna, pola, dan pengalaman secara mendalam, tanpa memanipulasi variabel serta berfokus pada bagian dengan cara mengumpulkan buku, jurnal, dan artikel yang relevan terhadap penelitian ini. Data penelitian diperoleh dari kitab karya Ibnu Hazm yang berjudul al-Muhalla, kitab-kitab fikih klasik serta literature fikih kontemporer menggunakan metode Analisis konten. Teknik analisis ini diawali dengan mengkompilasikan berbagai kitab-kitab fikih yang berkaitan dengan judul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibnu Hazm tidak mewajibkan ihdad bagi istri yang ditalak ba’in oleh suaminya karena Ibnu Hazm berdalil pada tekstual yang tidak ada menyebutkan secara detail dalam Al-Qur’an maupun Hadis Nabi SAW tentang wajibnya ihdad bagi seorang istri karena ditalak ba’in suaminya, dan ia menolak bentuk ijtihad lain yang tidak berdasar nash eksplisit. Pandangan ini dibandingkan dengan pendapat jumhur ulama yang membolehkan dan mewajibkan ihdad bagi perempuan yang ditalak ba’in oleh suaminya. Pandangan Ibnu Hazm dinilai kurang kontekstual dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern sekarang ini. Pandangan Ibnu Hazm dinilai kurang kontekstual dalam menghadapi kopleksitas kehidupan keluarga masa kini, dimana setiap perempuan yang tidak menjaga diri nya dari ber-ihdad maka akan dikwatirkan terjadi hal-hal yang akan terjadi kemudharan bagi seorang istri jika tidak berkabung selama masa iddahnya. Dalam Maqasid al-Syari’ah, tindakan berihdad bagi perempuan yang telah ditalak ba’in suaminya dapat mencegah laki-laki lain di luar sana untuk menggoda wanita tersebut sebelum masa iddahnya selesai. Kata Kunci: Ibnu Hazm, Ihdad, Talak, Talak Ba’in
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. Supliadi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 04:32 | ||||||||||||
| Last Modified: | 22 Jan 2026 04:32 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92593 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
