Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

FENOMENA SINGLEHOOD DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: STUDI ANALITIS TAFSIR MAQASHIDI

AHMAD RIADIN, - (2026) FENOMENA SINGLEHOOD DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: STUDI ANALITIS TAFSIR MAQASHIDI. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text (Bab Gabungan)
FILE LENGKAP KECUALI HASIL PENELITIAN (BAB IV) - AHMAD RIADIN Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (Bab Hasil)
FILE HASIL PENELTIIAN (BAB IV) - AHMAD RIADIN Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (Pernyataan)
publikasi - AHMAD RIADIN Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version

Download (77kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena singlehood atau hidup tanpa pasangan dalam perspektif al-Qur‟an melalui pendekatan tafsir maqāṣidī. Fenomena meningkatnya jumlah individu Muslim yang memilih hidup tanpa pasangan (singlehood) telah memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaiannya dengan nilai-nilai Islam yang menekankan pentingnya pernikahan. Penelitian ini merupakan studi kualitatif kepustakaan (library research) dengan sumber utama Q.S. al-Nur[24]:32-33, yang diinterpretasikan menggunakan pendekatan tafsir maqasidi sebagaimana dikembangkan oleh Ibn „Āshūr dan ulama kontemporer lainya. Data dikumpulkan melalui telaah kitab tafsir klasik dan modern serta literatur akademik terkait maqasid dan fenomena sosial kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur‟an menampilkan pandangan yang seimbang antara anjuran menikah dan penghargaan terhadap individu yang menjaga kesucian diri („iffah) ketika belum mampu menikah. Melalui kerangka maqāṣid al-syarī„ah, pernikahan dipahami bukan sekadar kewajiban formal, tetapi sarana untuk menjaga kehormatan (ḥifẓ al-„ird), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan kestabilan sosial. Namun, Islam juga mengakui kondisi tertentu yang membolehkan seseorang menunda atau tidak menikah, selama hal tersebut dilandasi kemaslahatan dan pengendalian diri. Temuan ini menegaskan bahwa fenomena singlehood tidak dapat serta-merta dianggap bertentangan dengan syariat, melainkan perlu dilihat dalam konteks maqasid yang menekankan keseimbangan antara moralitas, kesiapan, dan kemaslahatan manusia. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman tafsir al-Qur‟an secara kontekstual serta memberikan landasan teologis dan etis bagi pembinaan sosial keagamaan di era modern Kata kunci: singlehood, tafsir maqashidi, „iffah, maqasid al-syari„ah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAgustiar, 2005087101-Agustiar@uin-suska.ac.id
Thesis advisorMasyhuri Putra, 2022047101-masyhuriumar@gmail.com
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Mr. doni s
Date Deposited: 22 Jan 2026 02:26
Last Modified: 22 Jan 2026 02:26
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92558

Actions (login required)

View Item View Item