MASHITHAH ‘AININA AL-AZKIA (2026) RELEVANSI PENAFSIRAN MUHAMMAD QURAISH SHIHAB TENTANG KEMAHRAMAN ANAK TIRI TERHADAP PENERAPAN PASAL 39 AYAT 2 KOMPILASI HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.
|
Text (Bab Gabingan)
SKRIPSI MASHITHAH ‘AININA AL-AZKIA - MASHITHAH 'AININA AL- AZKIA Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
BAB IV - MASHITHAH 'AININA AL- AZKIA Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (808kB) |
||
|
Text (Surat Pernyataan)
PERNYATAAN PUBLIS - MASHITHAH 'AININA AL- AZKIA Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf - Published Version Download (559kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Mashithah Ainina Al-Azkia, (2026) : Relevansi Penafsiran Muhammad Quraish Shihab Tentang Kemahraman Anak Tiri Terhadap Penerapan Pasal 39 Ayat 2 Kompilasi Hukum Islam Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami konsep kemahraman anak tiri dalam konteks hukum Islam Indonesia, khususnya terkait Pasal 39 ayat 2 Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang mengatur larangan perkawinan antara seorang pria dengan anak tiri setelah terjadi hubungan suami istri (dukhul) antara ayah tiri dan ibu anak tiri. Namun, terdapat perbedaan pemahaman yang signifikan dari Muhammad Quraish Shihab yang juga mensyaratkan adanya asuhan atau pemeliharaan anak tiri oleh ayah tirinya agar status kemahraman itu berlaku Permasalahan utama dalam skripsi ini adalah adanya perbedaan penafsiran antara KHI Pasal 39 ayat 2 yang mensyaratkan dukhul sebagai dasar kemahraman anak tiri, dengan pandangan Muhammad Quraish Shihab yang menambahkan adanya asuhan atau pemeliharaan anak tiri oleh ayah tirinya. Perbedaan ini menimbulkan ketidakjelasan dalam penerapan hukum, terutama dalam menghadapi realitas sosial keluarga modern di Indonesia, sehingga Perbedaan ini menimbulkan kebutuhan untuk mengkaji relevansi antara ketentuan KHI dan tafsir Muhammad Quraish Shihab untuk menyesuaikan hukum Islam dengan konteks sosial Indonesia. Penelitian ini berbentuk studi pustaka (library research). Objek penelitian ini adalah status kemahraman anak tiri. Sumber data yang digunakan yakni data primer, yaitu Kitab Tafsir Al-Mishbah dan kompilasi hukum islam, dan data sekunder berupa buku dan jurnal-jurnal yang relevan dengan judul atau tema penulisan skripsi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa relevansi kemahraman anak tiri dalam Pasal 39 ayat 2 KHI dengan pandangan Muhammad Quraish Shihab sangat penting dalam konteks hukum dan sosial di Indonesia. KHI memberikan kepastian hukum serta menjaga moralitas dan tatanan keluarga. Sedangkan tafsir Quraish Shihab melengkapi dengan menambahkan dimensi sosial dan kemanusiaan. Pendekatan ini membantu memperjelas status hukum anak tiri dalam kerangka yang lebih kontekstual dan sesuai dengan dinamika keluarga modern. Dengan demikian, perpaduan antara ketentuan KHI dan tafsir Muhammad Quraish Shihab menciptakan keseimbangan efektif antara kepastian hukum dan kemaslahatan sosial yang penting untuk diterapkan dalam masyarakat Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. Supliadi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 02:26 | ||||||||||||
| Last Modified: | 22 Jan 2026 02:26 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92557 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
