NAILI AMALIYAH, - (2026) ANALISIS PENAFSIRAN QS. AL HASYR: 19 TAFSIR AT TAḤRῙR WA AT TANWῙR KARYA IBNU 'ᾹSῩUR DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KRISIS KESADARAN DIRI DI ERA DIGITAL. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Bab Gabungan)
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB HASIL - NAILI AMALIYAH Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
BAB HASIL - NAILI AMALIYAH Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text (Pernyataan)
PERNYATAAN PUBLIKASI - NAILI AMALIYAH Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (410kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berangkat dari fenomena krisis kesadaran diri di era digital yang menunjukkan melemahnya kemampuan individu dalam mengenali dan mengevaluasi dirinya QS. al Hasyr [59]:19 memberikan gambaran tentang kondisi manusia yang ―melupakan Allah Swt sehingga melupakan dirinya sendiri.‖ Ibnu 'Ᾱsȳur dalam tafsir At Taḥrῑr Wa At Tanwῑr memaknai ayat ini sebagai hilangnya kontrol diri, arah, dan kesadaran moral. Psikologi modern melalui teori Objective Self Awareness yang dikembangkan Duval dan Wicklund (1972) juga membahas hilangnya kesadaran diri sebagai penyebab ketidaksesuaian perilaku dengan standar internal. Keduanya menunjukkan titik temu penting antara konsep spiritual dan psikologis. Penelitian ini memfokuskan kajian pada penafsiran Ibnu ‗Āsyūr terhadap QS. al Hasyr [59]:19 dalam Tafsir At-Taḥrīr wa at-Tanwīr, khususnya terkait makna ―melupakan diri‖ sebagai bentuk krisis kesadaran diri. Selain itu, penelitian ini menelaah relevansi pemikiran Ibnu ‗Āsyūr dalam menanggulangi krisis kesadaran diri di era digital sebagai dasar konseptual spiritual dan psikologis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik. Penelitian ini menemukan bahwa makna ―melupakan diri‖ dalam tafsir Ibnu ‗Āsyūr memiliki kesesuaian yang kuat dengan konsep krisis kesadaran diri dalam teori OSA, khususnya pada aspek hilangnya standar internal, lemahnya evaluasi diri, dan munculnya mekanisme penghindaran kesadaran diri. Temuan ini menunjukkan bahwa QS. al Hasyr [59]:19 tidak hanya berfungsi sebagai peringatan spiritual, tetapi juga menggambarkan dinamika psikologis manusia yang relevan untuk memahami problem kesadaran diri di era digital. Kata Kunci: Kesadaran Diri, Era Digital, QS. al Hasyr:19
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 02:15 | ||||||||||||
| Last Modified: | 22 Jan 2026 02:15 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92550 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
