AKSA AROBI NASWA, - (2026) PELAKSANAAN HADHANAH PASCA PERCERAIAN BERDASARKAN PASAL 105 KHI DI KELURAHAN SIALANG MUNGGU KECAMATAN TUAH MADANI KOTA PEKANBARU PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI LENGKAP AKSA untuk d print_removed - AKSA AROBI NASWA Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
SKRIPSI LENGKAP AKSA untuk d print-82-104 - AKSA AROBI NASWA Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf Restricted to Repository staff only Download (636kB) |
||
|
Text (SURAT PUBLIKASI)
surat pernyataan persetujuan - AKSA AROBI NASWA Hukum Keluarga (Akhwal Syaksiyah) S1.pdf Download (341kB) | Preview |
Abstract
"ABSTRAK Aksa Arobi Naswa, (2025): Pelaksanaan Hadhanah Pasca Perceraian Berdasarkan Pasal 105 KHI di Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru Perspektif Hukum Islam Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kasus perceraian di Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru yang menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan hadhanah (hak asuh anak) pasca perceraian. Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam (KHI) mengatur bahwa anak yang belum mumayyiz berada dalam pengasuhan ibu dan ayah berkewajiban memberikan nafkah, namun dalam praktiknya ketentuan tersebut belum sepenuhnya terlaksana secara ideal. Permasalahan penelitian ini meliputi pelaksanaan hadhanah anak pasca perceraian berdasarkan Pasal 105 KHI, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta perspektif hukum Islam terhadap pelaksanaan hadhanah di Kelurahan Sialang Munggu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan orang tua pasca perceraian, lurah, ketua RT, dan tokoh agama, serta didukung oleh data kepustakaan dari KHI, buku fikih, dan literatur hukum keluarga Islam. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan hadhanah di Kelurahan Sialang Munggu pada umumnya telah mengacu pada Pasal 105 KHI, di mana anak yang belum mumayyiz diasuh oleh ibu dan ayah tetap berkewajiban memberikan nafkah. Namun pelaksanaannya belum optimal karena masih terdapat orang tua, khususnya pihak ayah, yang kurang konsisten dalam memenuhi kewajiban nafkah serta lemahnya kerja sama antara mantan suami dan istri dalam pengasuhan anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan hadhanah meliputi faktor ekonomi, tingkat pendidikan dan pemahaman agama, kondisi psikologis pasca perceraian, serta pengaruh lingkungan keluarga besar dan budaya setempat. Dari perspektif hukum Islam, pelaksanaan hadhanah pada dasarnya telah sesuai dengan prinsip fikih, namun kelalaian sebagian orang tua dalam menjalankan tanggung jawab pengasuhan belum sejalan dengan nilai amanah, keadilan, dan kasih sayang dalam Islam. Kata kunci: Hadhanah, Perceraian, Pasal 105 KHI, Hukum Islam."
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Mrs. Rasdanelis - | ||||||||||||
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 04:24 | ||||||||||||
| Last Modified: | 21 Jan 2026 04:24 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92488 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
