UMRO LANIA HASIBUAN, - (2026) KEMAKSUMAN NABI MUHAMMAD SAW DALAM SURAH „ABASA AYAT 1-10: ANALISIS PENAFSIRAN MUHAMMAD AL-AMIN ASY-SYINQITHI DALAM TAFSIR ADHWĀ‟ AL-BAYĀN. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Bab Gabungan)
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL - UMRO LANIA HASIBUAN Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
BAB HASIL - UMRO LANIA HASIBUAN Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
||
|
Text (Pernyataan)
SERAH TERIMA - UMRO LANIA HASIBUAN Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (348kB) | Preview |
Abstract
Surah ‗Abasa ayat 1-10 merupakan salah satu ayat al-Qur‘an yang kerap menjadi objek perdebatan dalam kajian teologi Islam, khususnya berkaitan dengan konsep kemaksuman Nabi Muhammad Shallallāhu „Alaihi Wa Sallam. Ayat ini memuat bentuk teguran ilāhī yang dalam sebagian penafsiran dipahami sebagai indikasi kekeliruan Nabi, sehingga berpotensi menimbulkan problem teologis apabila tidak dikaji secara mendalam dan proporsional. Oleh karena itu, diperlukan kajian tafsir yang menempatkan ayat tersebut dalam kerangka metodologis yang tepat agar tidak bertentangan dengan prinsip kemaksuman Nabi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kemaksuman Nabi Muhammad Shallallāhu „Alaihi Wa Sallam dalam Surah ‗Abasa ayat 1-10 berdasarkan penafsiran Muhammad al-Amin asy-Syinqithi dalam kitab Tafsir Adwā‟ al-Bayān fi Idhah al-Qur‟an bi al-Qur‟an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berasal dari penafsiran asy-Syinqithi terhadap Surah ‗Abasa ayat 1-10, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab-kitab tafsir, literatur ilmu al-Qur‘an dan tafsir, serta kajian teologis mengenai kemaksuman Nabi. Metode yang digunakan adalah analisis makna ayat dengan pendekatan teologis-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asy-Syinqithi menafsirkan Surah ‗Abasa ayat 1-10 dalam bingkai kemaksuman Nabi Muhammad Shallallāhu „Alaihi Wa Sallam. Teguran dalam ayat tersebut tidak dipahami sebagai bentuk dosa atau pelanggaran syariat oleh Nabi, melainkan sebagai bentuk pengarahan dan pendidikan ilāhī (ta‟dīb ilāhī) dalam rangka penyempurnaan metode dakwah. Penafsiran asy-Syinqithi menegaskan bahwa kemaksuman Nabi tetap terjaga, baik dalam aspek akidah, moral, maupun penyampaian risalah. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat pemahaman teologis tentang kemaksuman Nabi serta memperkaya khazanah kajian tafsir dalam studi Ilmu Al-Qur‘an dan Tafsir. Kata kunci: Kemaksuman Nabi, Surah ‗Abasa Ayat 1-10, Asy-Syinqithi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 04:08 | ||||||||||||
| Last Modified: | 20 Jan 2026 04:08 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92389 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
