AGUS REKSI ADIPUTRA, - (2026) PERANAN MASYARAKAT DALAM MENGATASI PERBUATAN MESUM : PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN NORMA SOSIAL DI KECAMATAN BANTAN KABUPATEN BENGKALIS. Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
BAB GABUNGAN - Agus Reksi.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB IV - Agus Reksi.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (992kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
PERNYATAAN - Agus Reksi.pdf - Published Version Download (98kB) | Preview |
Abstract
Fenomena perbuatan mesum merupakan persoalan sosial yang semakin berkembang di tengah masyarakat, khususnya dalam pergaulan remaja dan generasi muda. Perbuatan mesum tidak hanya dipandang sebagai pelanggaran norma agama, tetapi juga berpotensi mengganggu ketertiban umum, merusak tatanan moral masyarakat, serta menimbulkan dampak sosial seperti kehamilan di luar nikah, konflik keluarga, dan menurunnya nilai-nilai kesusilaan. Dalam perspektif Islam, hubungan seksual di luar ikatan pernikahan yang sah merupakan perbuatan terlarang karena bertentangan dengan tujuan syariat dalam menjaga kehormatan, keturunan, dan moral manusia. Oleh karena itu, peranan masyarakat menjadi sangat penting dalam upaya pengawasan, pencegahan, dan penanggulangan perbuatan mesum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan masyarakat dalam mengatasi perbuatan mesum di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong keterlibatan masyarakat, serta mengkaji pandangan hukum Islam dan norma sosial terhadap peranan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, aparat desa, dan masyarakat setempat. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui proses pengelolaan, pengelompokan, dan penafsiran data secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan masyarakat Kecamatan Bantan dalam mengatasi perbuatan mesum dilakukan melalui upaya preventif, persuasif, dan represif. Upaya preventif diwujudkan dalam bentuk pengawasan sosial, pembinaan moral, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dan norma adat. Upaya persuasif dilakukan melalui teguran, nasihat, dan pembinaan kepada pelaku dan keluarganya, sedangkan upaya represif dilakukan melalui mekanisme musyawarah adat dan pelibatan aparat desa. Faktor pendorong keterlibatan masyarakat antara lain kuatnya nilai keagamaan, norma adat yang masih dijunjung tinggi, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kolektif menjaga kehormatan lingkungan. Dalam perspektif hukum Islam dan norma sosial, peranan masyarakat tersebut merupakan bentuk pelaksanaan amar ma‘ruf nahi munkar dan upaya menjaga kemaslahatan umum dalam kehidupan bermasyarakat. Kata Kunci: Peranan Masyarakat, Perbuatan Mesum, Hukum Islam, Norma Sosial
| Item Type: | Thesis (Thesis) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr Eko Syahputra | ||||||||||||
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 07:36 | ||||||||||||
| Last Modified: | 19 Jan 2026 07:36 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92350 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
