UMMI KHODIJAH, - (2026) TAFSIR AYAT TENTANG WARIS Q.S. AN-NISA’: 11 (STUDI KOMPARATIF ANTARA PEMIKIRAN MUHAMMAD SYAHRUR DENGAN WAHBAH AZ-ZUHAILI). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN KECUALI BAB HASIL - UMMI KHODIJAH Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - UMMI KHODIJAH Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN)
SURAT SERAH TERIMA PUBLIKASI - UMMI KHODIJAH Ilmu Al Qur'an dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (341kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Skripsi ini berjudul Tafsir Ayat tentang Waris Qs. An-Nisa’: 11 (Studi Komparatif antara Pemikiran Muhammad Syahrur dan Wahbah Az-Zuhaili). Waris merupakan ketentuan hukum Islam yang mengatur perpindahan hak kepemilikan harta peninggalan seseorang yang telah meninggal dunia kepada para ahli warisnya. Dalam kajian fikih Islam, waris dikenal dengan istilah faraidh, yaitu bagian-bagian tertentu yang telah ditetapkan oleh syariat Islam bagi pihak-pihak yang berhak menerimanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan penafsiran Muhammad Syahrur dan Wahbah Az-Zuhaili terhadap Qs. An-Nisa’ ayat 11 serta menganalisis relevansi pemikiran keduanya dalam konteks kehidupan masyarakat kontemporer. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari karya-karya Muhammad Syahrur dan Wahbah Az-Zuhaili yang membahas penafsiran ayat-ayat waris. Adapun sumber data sekunder berasal dari buku-buku tafsir, jurnal ilmiah, artikel, serta literatur lain yang berkaitan dengan tema penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah metode komparatif guna mengungkap persamaan dan perbedaan penafsiran kedua tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Syahrur menafsirkan Qs. An-Nisa’ ayat 11 dengan pendekatan kontekstual yang menekankan keadilan substantif. Ia berpendapat bahwa pembagian warisan tidak semata-mata dipahami secara angka, melainkan perlu mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, dan peran perempuan yang terus berkembang. Sementara itu, Wahbah Az-Zuhaili menafsirkan ayat tersebut secara tekstual dan normatif dengan menegaskan bahwa pembagian warisan merupakan ketetapan Allah yang bersifat pasti dan mencerminkan keadilan berdasarkan tanggung jawab dalam struktur keluarga Islam. Meskipun memiliki perbedaan pendekatan metodologis, kedua tokoh sepakat bahwa tujuan utama pembagian warisan adalah menegakkan keadilan, menjaga keseimbangan, serta mewujudkan keharmonisan dalam kehidupan keluarga sesuai dengan ajaran Al-Qur’an. Kata kunci: Al-Qur’an, Muhammad Syahrur, Wahbah Az-Zuhaili, Waris.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Hidayani | ||||||||||||
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 04:35 | ||||||||||||
| Last Modified: | 19 Jan 2026 04:35 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92334 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
