Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

PENGARUH MODEL CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE) DAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR

ROSMAWANI SIREGAR, - (2026) PENGARUH MODEL CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE) DAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR. Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
TESIS GABUNGAN - Rosmawani Siregar.pdf - Published Version

Download (8MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB IV - Rosmawani Siregar.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (496kB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SURAT PERNYATAAN - Rosmawani Siregar (1).pdf - Published Version

Download (690kB) | Preview

Abstract

Penelitian Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan abad ke-21 yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sains di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) dan Group Investigation (GI) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS di UPT SDN 001 Petapahan. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah 60 siswa kelas IV yang dibagi ke dalam dua kelompok: kelas eksperimen menggunakan model CORE dan kelas kontrol menggunakan GI. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, serta uji t-independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CORE dan Group Investigation sama-sama memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar menggunakan model CORE dan siswa yang belajar menggunakan model Group Investigation. Temuan ini mengindikasikan bahwa kedua model pembelajaran tersebut memiliki efektivitas yang relatif sama dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, meskipun diterapkan melalui pendekatan pembelajaran yang berbeda. Dengan demikian, model CORE dan Group Investigation dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran inovatif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPAS.

Item Type: Thesis (Thesis)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorRian Vebrianto, -2023108702rian.vebrianto@uinsu.ac.id
Thesis advisorYasnel, -2015087102yasnel@uin-suska.ac.id
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah-S2
Depositing User: Ms. Rina Amelia -
Date Deposited: 15 Jan 2026 06:26
Last Modified: 15 Jan 2026 06:31
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92272

Actions (login required)

View Item View Item