Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

PENDAPAT MADZHAB SYAFI’I DAN MADZHAB HANBALI MENGENAI HUKUM MEMAKAI CADAR

RAMADHANI MAWADDAH, - (2025) PENDAPAT MADZHAB SYAFI’I DAN MADZHAB HANBALI MENGENAI HUKUM MEMAKAI CADAR. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text (Bab Gabungan)
Revisi Skripsi Ramadhani Mawaddah Fix_removed - Ramadhani Mawaddah.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (Bab Hasil)
Revisi Skripsi Ramadhani Mawaddah Fix-46-85 - Ramadhani Mawaddah.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (Pernyataan)
Doc3 - Ramadhani Mawaddah.pdf - Published Version

Download (109kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum memakai cadar. Madzhab Syafi’i menilai menggunakan cadar hukumnya tidak wajib, sementara Madzhab Hanbali menilai wajib hukumnya menggunakan cadar,karena wanita itu adalah aurat. Penilitian bertujuan untuk pertama, mengetahui pendapat Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hanbali mengenai hukum memakai cadar. Kedua, untuk mengetahui dalil-dalil yang digunakan Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hnabali mengenai hukum memakai cadar. Ketiga, untuk mengetahui analisis fiqih muqaranah terhadap pendapat Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hanbali mengenai Hukum Memakai cadar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca berbagai referensi seperti buku, jurnal, artikel dan sumber data lainnya. Kemudian mengolah data tersebut dituangkan dalam bentuk tertulis. Adapun sumber data yang digunakan yaitu kitab-kitab fiqih Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hanbali, seperti kitab al-Umm, kitab al-Mughni dan kitab-kitab dan buku-buku pendukung lain seperti Bidayatul Mujtahid,Fiqih Wanita dan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian Penulis, dapat disimpulkan bahwa pertama, Madzhab Syafi’i tidak mewajibkan seorang wanita memakai cadar, karena wajah bukanlah aurat. Kedua, baik Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hanbali sama-sama menggunakan Qs.an-Nur ayat 31 sebagai dalil yang mereka gunakan untuk merumuskan hukum memakai cadar. Ketiga, analisis fiqih muqaranah terkait pendapat Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hanbali adalah adanya perbedaan dalam mengartikan kata-kata (إِلامَاظَهَرَمِنْهَا) “dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dari mereka”di dalam Qs.an-Nur ayat 31, Madzhab Syafi’i mengartikan bahwa seorang wanita dibolehkan untuk memperlihatkan wajah dan kedua tangannya, hal ini dikarenakan wajah dan telapak tangan biasa tampak ketika bermuamalah, dan wajah juga dilarang untuk ditutupi ketika beribadah (ihram dan shalat). Sementara Madzhab Hanbali Mengartikan kata (إِلامَاظَهَرَمِنْهَا) sebagai larangan sepenuhnya kepada wanita untuk memperlihatkan dirinya di hadapan lelaki yang bukan mahram. karena “kecuali sesuatu yang biasa tampak” menurut Madzhab Hanbali adalah kain atau busana bagian bawah dari seorang wanita. Kata Kunci: Aurat, Cadar, Niqab, Komparatif, Madzhab. "

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorZulfahmi, -2001017101zulfahmi@uin-suska.ac.id
Thesis advisorAhmad Zikri, -2010096804ahmadzikri@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: Mr. doni s
Date Deposited: 09 Jan 2026 07:47
Last Modified: 09 Jan 2026 07:47
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/92139

Actions (login required)

View Item View Item