WALFADILLA DESVIA G, - (2025) PELAKSANAAN PEMBINAAN TERHASAP RESIDIVIS KHUSUS NARKOTIKA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2022 TENTANG PEMASYARAKATAN (STUDI KASUS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS III TALU KABUPATEN PASAMAN BARAT,PROVINSI SUMATERA BARAT). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Bab Gabungan)
BAB GABUNGAN - WALFADILLA DESVIA GUSTI Ilmu Hukum S1.pdf - Published Version Download (7MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
BAB IV - WALFADILLA DESVIA GUSTI Ilmu Hukum S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (532kB) |
||
|
Text (Pernyataan)
PERNYATAAN - WALFADILLA DESVIA GUSTI Ilmu Hukum S1.pdf - Published Version Download (111kB) | Preview |
Abstract
Fenomena residivisme narkotika menjadi perhatian serius dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia, khususnya mengingat tingginya angka pengulangan tindak pidana oleh narapidana yang telah mendapatkan pembinaan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan dalam efektivitas program pembinaan yang dijalankan di lembaga pemasyarakatan. Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah pelaksanaan pembinaan terhadap residivis narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Talu. Dalam konteks ini, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan menjadi dasar hukum yang mengatur bagaimana pembinaan seharusnya dijalankan guna mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif dan sifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,studi pustaka, dan dokumentasi terhadap petugas pembinaan, pejabat struktural, serta narapidana residivis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pelaksanaan pembinaan terhadap residivis narkotika serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan terhadap residivis narkotika di Lapas Kelas III Talu dilaksanakan melalui dua program utama, yaitu pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Pembinaan kepribadian meliputi pendidikan agama, kesadaran hukum, wawasan kebangsaan, integrasi sosial, dan perawatan jasmani-rohani. Sementara itu, pembinaan kemandirian mencakup pelatihan keterampilan, pendidikan formal dan nonformal, kerja produktif, dan kewirausahaan. Residivis narkotika seharusnya mendapatkan pendekatan yang lebih intensif dalam aspek rehabilitasi, konseling, dan pengawasan. Namun, pelaksanaan pembinaan menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, overkapasitas, minimnya sarana prasarana, tidak adanya pemisahan hunian antara residivis dan non-residivis, serta kurang optimalnya kerja sama lintas sektor. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas SDM, pengembangan sarana, serta peningkatan kolaborasi lintas lembaga guna mendukung keberhasilan reintegrasi sosial bagi residivis narkotika. Kata kunci: Pembinaan, Residivis, Narkotika, Lembaga Pemasyarakatan, Pemasyarakatan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 360 Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial > 362 Kesejahteraan Sosial, Permasalahan dan Layanan Sosial | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 05 Dec 2025 07:05 | ||||||||||||
| Last Modified: | 08 Dec 2025 04:11 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91905 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
