IRFAN SAPUTRA, - (2025) MAKNA Al-‘AQL DALAM PERSPEKTIF MUFASSIR: PENDEKATAN SEMANTIK TOSHIHIKO IZUTSU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (Bab Gabungan)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV IRFAN SAPUTRA - IRFAN SAPUTRA Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (Bab Hasil)
SKRIPSI BAB IV IRFAN SAPUTRA - IRFAN SAPUTRA Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (Pernyataan)
SURAT PUBLIKASI - IRFAN SAPUTRA Ilmu Alquran dan Tafsir S1.pdf - Published Version Download (315kB) | Preview |
Abstract
Al-‘Aql dalam Al-Qur’an memiliki berbagai macam derevasi diantaranya Adalah berfikir, menahan dan mengikat kata ‘Aql sendiri tidak ditemukan didalam Al-Qur’an dalam bentuk Masdar tetapi ditemukan dalam bentuk fi’il ta’qilun berarti berfikir. Dalam hal ini penulis mengkaji makna ‘Aql melalui dua perspektif, yaitu penafsiran para mufassir dan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Penelitian ini berfokus pada kajian semantik kata al-‘aql dalam Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan Toshihiko Izutsu. Penelitian dilakukan melalui metode kepustakaan (library research) dengan karakter kualitatif serta model studi tokoh. Pemikiran Izutsu mengenai analisis semantik dipilih sebagai kerangka konseptual sekaligus instrumen utama untuk menelaah makna. Sumber primer dalam penelitian ini mencakup Al-Qur’an beserta terjemahannya, Mu‘jam Mufahrasy, Mufradāt fī Gharīb al-Qur’ān, karya Izutsu God and Man in the Qur’an, serta sejumlah kitab tafsir baik klasik maupun kontemporer. istilah Al-‘aql memiliki tiga lapis pengertian. Pertama, makna etimologis yang berarti “menahan” atau “mengikat,” menggambarkan fungsi akal sebagai pengendali. Kedua, makna terminologis Qur’ani yang tidak mengacu pada otak (dimāgh), melainkan pada hati (qalb) sebagai pusat kesadaran spiritual dan intelektual. Ketiga, makna filosofis sebagaimana diuraikan para pemikir Muslim melalui klasifikasi tingkatan akal. Analisis ayat-ayat Al-Qur’an memperlihatkan bahwa akal berfungsi sebagai sarana kontemplasi, penalaran, dan pengambilan pelajaran yang mengarahkan manusia kepada hidayah. Melalui pendekatan semantik Izutsu, terbukti bahwa konsep al-‘aql tidak sebatas dimensi kognitif, melainkan bersifat integratif, mencakup aspek rasional, moral, dan spiritual. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa al-‘aql dalam Al-Qur’an berperan penting dalam membangun kesadaran religius dan tanggung jawab etis manusia. penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep al-‘aql dalam Al-Qur’an bukan sekadar instrumen intelektual, tetapi juga bagian fundamental dari kesadaran religius dan etis manusia. Perspektif mufassir menekankan aspek tafsir normatif, sedangkan pendekatan Izutsu memperlihatkan jaringan semantik yang menyingkap pandangan dunia Qur’ani tentang akal. Kata kunci: al-‘aql, semantik, Toshihiko Izutsu, Mufassir
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 297 Islam > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 06:40 | ||||||||||||
| Last Modified: | 02 Dec 2025 08:05 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91878 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
