RIFKY HAFIZ, - (2025) PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BETON MENGGUNAKAN METODE STATISTIKAL QUALITY CONTROL (SQC) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (Studi Kasus: PT. Kunango Jantan). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
TANPA BAB PEMBAHASAN - Rifky Hafiz.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
PEMBAHASAN - Rifky Hafiz.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (367kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
CamScanner 17-11-2025 13.16 - Rifky Hafiz.pdf - Published Version Download (442kB) | Preview |
Abstract
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BETON MENGGUNAKAN METODE STATISTIKAL QUALITY CONTROL (SQC) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (Studi Kasus: PT. Kunango Jantan) Rifky Hafiz NIM : 12150213896 Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Jl. HR. Soebrantas Km. 15 No. 155, Pekanbaru ABSTRAK Fenomena yang umum terjadi di industri manufaktur beton adalah masih ditemukannya produk cacat yang menyebabkan penurunan kualitas dan kerugian finansial bagi perusahaan. PT. Kunango Jantan, sebagai produsen tiang pancang dan tiang listrik, menghadapi permasalahan serupa, di mana selama periode Januari–Desember 2024 tercatat sebanyak 149 batang produk cacat dengan total kerugian mencapai Rp. 285.280.660. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab cacat produk serta memberikan usulan perbaikan agar kualitas produksi dapat ditingkatkan. Metode Statistical Quality Control (SQC) digunakan untuk menganalisis tingkat kecacatan melalui tools seperti checksheet, peta kendali, histogram, dan diagram Pareto, sedangkan Fault Tree Analysis (FTA) digunakan untuk menelusuri akar penyebab kegagalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat utama pada tiang pancang adalah keropos, tipis, retak, dan putus kepala paku heading, yang disebabkan oleh kelalaian pekerja, distribusi beton tidak merata, adukan terlalu encer, serta kurangnya keterampilan operator. Sedangkan pada tiang listrik, cacat dominan berupa patah, retak, dan keropos akibat pembongkaran terlalu cepat, cetakan tidak bersih, dan komunikasi kerja yang kurang baik. Usulan perbaikan yang diberikan antara lain penerapan sistem reward dan punishment, pelatihan ulang bagi operator, pengecekan ganda terhadap moulding, serta peningkatan komunikasi antara operator dan pengawas. Dengan penerapan usulan tersebut, diharapkan kualitas produk meningkat dan tingkat cacat dapat diminimalkan. Kata Kunci : Pengendalian Kualitas, SQC, FTA, Cacat Produk, Beton Pracetak
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Industri | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr Eko Syahputra | ||||||||||||
| Date Deposited: | 17 Nov 2025 06:30 | ||||||||||||
| Last Modified: | 17 Nov 2025 06:30 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91848 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
