LELI ATIKASARI, - (2025) HUBUNGAN SELF-COMPASSION DAN RESILENSI PADA ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI.pdf - Published Version Download (10MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB HASIL.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (10MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf - Published Version Download (330kB) | Preview |
Abstract
Kehadiran anak berkebutuhan khusus memberikan efek yang besar bagi sebuah keluarga. Berbagai kesulitan yang dihadapi oleh orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Hal tersebut membuat orang tua membutuhkan kemampuan untuk bertahan pada situasi yang sulit yaitu resiliensi. Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus seringkali mengalami stres, isolasi sosial, dan kesulitan dalam mengelola emosi. Salah satu bentuk penataan emosi yang sangat efektif menghindarkan stres dan depresi dari individu adalah self compassion. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan resiliensi pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Metode penelitian data menggunakan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Sampel penelitian berjumlah 115 orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Pengumpulan data menggunakan skala resiliensi Connor dan Davidson dan skala self-compassion Neff. Data dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis product moment memperoleh nilai r = 0,418 dengan nilai signifikansi 0,000 <0.05, maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara self-compassion dengan resiliensi. Artinya semakin tinggi self-compassion maka semakin tinggi juga resiliensi yang dialami orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Begitu juga sebaliknya, jika self-compassion rendah maka semakin rendah juga resiliensi yang dialami orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa self-compassion berperan penting dalam membangun resiliensi pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan selfcompassion dapat menjadi strategi yang bermanfaat dalam mendukung ketahanan psikologis orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan. Kata Kunci: Self-Compassion; Resiliensi; Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Psikologi > Psikologi | ||||||||
| Depositing User: | Mr Eko Syahputra | ||||||||
| Date Deposited: | 05 Aug 2025 04:52 | ||||||||
| Last Modified: | 05 Aug 2025 04:52 | ||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91522 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
