Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

LARANGAN PERNIKAHAN SEPERSUSUAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HUKUM KELUARGA ISLAM DI ERA KONTEMPORER (KAJIAN I‟JAZ AL-„ILMI)

NIRMALA SARI, - (2025) LARANGAN PERNIKAHAN SEPERSUSUAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HUKUM KELUARGA ISLAM DI ERA KONTEMPORER (KAJIAN I‟JAZ AL-„ILMI). Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
TESIS NIRMALA SARI - Nirmala Sari.pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB IV - Nirmala Sari.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
PERNYATAAN UPLOAD - Nirmala Sari.pdf - Published Version

Download (329kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Tesis ini berjudul: Larangan Pernikahan Sepersusuan Perspektif al-Qur’an dan Implikasinya Terhadap Hukum Keluarga Islam di Era Kontemporer (Kajian I‟Jaz al-„Ilmi)”. Penelitian ini membahas penafsiran QS. an-Nisa ayat 23 dari lima mufasir, diantaranya Fakhruddin ar-Razi, Tanthawi Jauhari, Muhammad Mutawalli asy-Sya‟rawi, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Quraish Shihab. Dengan fokus pada aspek larangan pernikahan sepersusuan (radha‟ah) dalam kerangka i‟jaz al-„ilmi. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memperluas ilmu pengetahuan dalam ruang lingkup program studi Hukum Keluarga, terkhususnya prodi Hukum Keluarga Konsentrasi Tafsir Hadits terkait Interpretasi Larangan Pernikahan Sepersusuan dalam I‟jaz al-„Ilmi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat kajian kepustakaan (library research). Metode yang penulis gunakan adalah metode tafsir maudhu‟i dengan analisis i‟jaz al-„ilmi. Hasil kajian menunjukkan adanya kesamaan pandangan bahwa radha‟ah memiliki kekuatan hukum yang setara dengan nasab dan musaharah dalam menciptakan keharaman pernikahan. Fakhruddin ar-Razi menegaskan kesetaraan hukum radha‟ah dengan nasab, sedangkan Tanthawi Jauhari menyoroti struktur kekeluargaan Islam. Asy-Sya‟rawi mengaitkan larangan ini dengan fitrah universal dan bukti genetika modern, sementara Kementerian Agama RI menekankan klasifikasi hukum permanen dan sementara. Quraish Shihab menggabungkan pendekatan tematik, linguistik, fiqh, sosial, dan ilmiah. Analisis i‟jaz al-„ilmi menegaskan bahwa larangan ini selaras dengan temuan sains, seperti maternal microchimerism dan transfer genetik melalui ASI, yang menunjukkan ikatan biologis dan psikologis antara ibu susu dan anak. Dampak hukum radha‟ah meluas ke pencatatan penyusuan, pencegahan pernikahan mahram, serta pengaturan hak nafkah dan perlindungan nasab. Dalam konteks modern, ketentuan ini relevan menghadapi praktik seperti Bank ASI, sekaligus menegaskan tujuan syariat untuk menjaga keturunan, kehormatan, dan stabilitas sosial. Kata kunci: Pernikahan Sepersusuan, I‟jaz al-„Ilmi

Item Type: Thesis (Thesis)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorHELMI BASRI, -2004077402helmi.basri@uin-suska.ac.id
Thesis advisorAKMAL ABDUL MUNIR, -2006107101akmal.abdul.munir@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga
Depositing User: Mr Eko Syahputra
Date Deposited: 29 Jul 2025 04:46
Last Modified: 29 Jul 2025 04:46
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91414

Actions (login required)

View Item View Item