SAHRO RAMADAN SIHOMBING, - (2025) PEMAHAMAN HADIS DUSTA YANG DI PERBOLEHKAN DENGAN PENDEKATAN ILMU SOSIOLOGI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FULL (4) - yadiva 2023.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
HASIL DAN PEMBAHASAN (3) - yadiva 2023.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
CamScanner 28-07-2025 11.27 - yadiva 2023.pdf - Published Version Download (391kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Skripsi ini berjudul Pemahaman Hadis Dusta Yang Di Perbolehkan Dengan Pendekatan Ilmu Sosiologi, yang dilatarbelakangi oleh masalah perselisihan antara manusia yang sering terjadi di masyarakat, kita juga diperbolehkan untuk berdusta, demi memperbaiki sengketa di antara mereka. Di masyarakat ada orang yang menggunjing saudaranya, padahal itu tidak benar, maka diperbolel hkan berdusta dengan tidak mengatakan yang sebenarnya kepada orang yang digunjing tersebut, demi menjaga hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, skripsi ini bertujuan Untuk mengetahui pemahaman hadits tentang dusta yang diperbolel hkan dalam kontel ks ajaran Islam dan Untuk mengetahui kontel kstualisasi hadis, berkenaan dengan kebolel han berdusta apabila ditinjau dengan pendekatan ilmu sosiologi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ialah penelitian dengan mengungkapkan dan menghasil data yang akan diperoleh. Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pengumpulan data yang berupa studi perpustakaan (library research). Sumber primer dalam penellitian ini yakni kitab Hadis (kutub al-sittah) yang memuat hadis yang menjadi pokok penelitian. Adapun data skunder diambil dari buku-buku serta jurnal-jurnal yang relevan. Sumber data selkunder dari penelitian ini adalah dengan mengumpulkan berbagai literatur yang masih berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemahaman Hadis tentang Dusta yang Diperbolel hkan dalam Ajaran Islam Hadis Nabi Muhammad ﷺ membolel hkan dusta dalam tiga keadaan, yaitu: (1) dalam peperangan, (2) dalam upaya mendamaikan pihak yang bertikai, dan (3) dalam hubungan suami istri demi menjaga keharmonisan. Pemahaman ini menunjukkan bahwa Islam pada dasarnya sangat menjunjung tinggi kejujuran, namun dalam kondisi tertentu, berdusta dapat dibolel hkan dengan syarat kuat bahwa tujuannya adalah untuk menciptakan kebaikan dan menghindari kerusakan yang lel bih besar. Dari sudut pandang ilmu sosiologi, hadis ini menunjukkan bahwa dalam realitas sosial, ada kondisi di mana nilai absolut seperti kejujuran harus dikompromikan demi tercapainya keseimbangan dan harmoni sosial. Kata Kunci: Hadis Dusta, Yang Di Perbolehkan, Dengan Pendekatan Ilmu Sosiologi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Hadis | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Ernawati | ||||||||||||
| Date Deposited: | 28 Jul 2025 08:49 | ||||||||||||
| Last Modified: | 28 Jul 2025 08:49 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91361 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
