Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

HUKUM BERKURBAN UNTUK ORANG YANG TELAH WAFAT STUDI KOMPARATIF IMAM ASY-SYARBINI DAN IMAM AL-KASANI

MARYANA, - (2025) HUKUM BERKURBAN UNTUK ORANG YANG TELAH WAFAT STUDI KOMPARATIF IMAM ASY-SYARBINI DAN IMAM AL-KASANI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV MARYANA - Maryana Mar.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
SKRIPSI BAB IV MARYANA - Maryana Mar.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI - Maryana Mar.pdf - Published Version

Download (387kB) | Preview

Abstract

Hukum Berkurban untuk Orang yang Telah Wafat Studi Komparatif Imam Asy-Syarbini dan Imam Al-Kasani Penelitian ini dilatar belakangi adanya perbedaan pendapat antara Imam Asy-Syarbini dan Imam Al-Kasani, tentang Hukum Berkurban untuk Orang yang telah Wafat. Dalam penulisan skripsi ini penulis merumuskan permasalahan sebagi berikut : Pertama, Bagaimana pendapat Imam Asy-Syarbini dan Al-Kasani mengenai Hukum Berkuban untuk Orang yang telah Wafat. Kedua, Bagaimana daIil yang dipakai oleh Imam Asy-Syarbini dan Imam Al-Kasani. Ketiga, Bagaimana analisa fiqih muqaranah dari kedua ulama. Penelitian ini berbentuk Studi Kepustakaan (Library Reseacrh). Sumber yang dipakai meliputi sumber Primer yaitu: Kitab Mughni al-Muḥtāj ilā Maʿrifah Maʿānī Alfāẓ al-Minhāj karangan dari Imam Asy-Syarbini dan Kitab Badā’iʿ al-Ṣanā’iʿ fī Tartīb al-Syarā’iʿ karangan dari Imam Al-Kasani. Pembahasan dan analisis menggunakan metode komparatif (perbandigan). Hasil penelitian ini membandingkan dua pendapat ulama fiqih yang berbeda diantaranya Imam Asy-Syarbini dan Imam Al-Kasani tentang Hukum Berkurban untuk Orang Yang telah Wafat. Imam Asy-Syarbini berpendapat “Dan tida.k ada untuk orang lain tanpa izin darinya. Dan tidak ada kurba.n untuk orang yang telah wafat jika. ia. tida.k berwasiat untuk itu. Sedangkan pendapat Imam Al-kasani membolehkan kurban untuk orang yang wafat meski tanpa adanya wasiat dengan alasan bahwasannya kematian tidak menghalangi seseorang untuk menerima pahala kebaikan dari orang lain dan pahalanya dapat sampai seperti pahala sedekah dan haji. Dari dua pendapat tersebut penulis lebih condong kepada pendapat Imam Al-Kasani yang mengatakan membolehkan hal tersebut meski tanpa adanya wasiat sebelumnya. Kata Kunci: Kurban, Orang yang telah Wafat, Asy-Syarbini , Al-Kasani.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAHMAD ZIKRI, -2010096804azikrihassan @gmail.com
Thesis advisorAFDHOL RINALDI, -2004067902afdhol.rinaldi@uin-suska.ac.id
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: Mrs Rina Amelia -
Date Deposited: 28 Jul 2025 04:58
Last Modified: 28 Jul 2025 04:58
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91323

Actions (login required)

View Item View Item