IKA MUBDI MULKI HRP, - (2025) ANALISIS MAKNA KATA AL-NIDA’ DAN AL-DU’A DALAM AL-QUR’AN (Tinjauan Semantik). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FUL KECUALI BAB IV IKA MUBDI MULKI HRP - Ika Mubdimulki.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
SKRIPSI BAB IV IKA MUBDI MULKI HRP - Ika Mubdimulki.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI - Ika Mubdimulki.pdf - Published Version Download (390kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “ANALISIS MAKNA KATA AL-NIDA’ DAN AL-DU’A DALAM AL-QUR’AN (TINJAUAN SEMANTIK). Kajian ini dilatar belakangi oleh pentingnya memahami makna kosa kata Al-Qur’an secara tepat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penafsiran. Kedua kata ini sama-sama bermakna “seruan” atau “panggilan”, namun memiliki konteks penggunaan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dua kata dalam Al-Qur’an yang sering dianggap sinonim, yaitu Al-Nida’ dan Al-Du’a, melalui pendekatan semantik. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; (1) Bagaimana makna kata al-nida’ dan al-du’a menurut mufassir? dan (2) Bagaimana persamaan dan perbedaan makna kata al-nida’ dan al-du’a berdasarkan semantik? Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan makna dari dua kata tersebut, serta menelusuri nilai kontekstual yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung lafaz Al-Nida’ dan Al-Du’a, serta ditafsirkan menggunakan kitab-kitab tafsir lughowi seperti Tafsir al-Kasyaf karya imam Al-zamakhsyari, Tafsir Al-Baidhawi karya Anwar al-Tanzil dan tafsir ibnu asyhur karya at-Tahrir wa at-Tanwir. Data dianalisis menggunakan metode tematik (maudhu’i) dan pendekatan semantik untuk melihat makna dalam konteks ayat secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun keduanya memiliki kemiripan makna secara leksikal, secara semantik Al-Nida’ lebih menekankan pada aspek seruan fisik (panggilan secara lisan), sementara Al-Du’a cenderung mengandung unsur spiritual, permohonan, atau ibadah kepada Allah. Keduanya memiliki makna dan fungsi yang khas dalam konteks masing-masing ayat. Saran dari penelitian ini adalah agar kajian semantik terus dikembangkan dalam studi Al-Qur’an guna mendalami makna-makna ayat secara lebih tepat, serta memberikan panduan bagi umat Islam dalam memahami pesan-pesan ilahi secara mendalam dan kontekstual. Kata kunci: Semantik, Qur’an, Al-Nida’ dan Al-Du’a
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Ernawati | ||||||||||||
| Date Deposited: | 28 Jul 2025 02:25 | ||||||||||||
| Last Modified: | 28 Jul 2025 02:25 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91290 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
