Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

REPRESENTASI KOMUNIKASI ASERTIF SEBAGAI UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK RUMAH TANGGA DALAM FILM DUA HATI BIRU (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)

FAUZIAH FITRIANI, - (2025) REPRESENTASI KOMUNIKASI ASERTIF SEBAGAI UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK RUMAH TANGGA DALAM FILM DUA HATI BIRU (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI LENGKAP KECUALI BAB HASIL - Fauziah Fitriani.pdf

Download (7MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB HASIL - Fauziah Fitriani.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PUBLIKASI)
PUBLIKASI - Fauziah Fitriani.pdf

Download (306kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan makna representasi komunikasi asertif dalam film Dua Hati Biru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes melalui sistem pemaknaan yang meliputi 3 tahapan yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi terhadap adegan-adegan dalam film yang mengandung aspek komunikasi asertif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Dua Hati Biru merepresentasikan komunikasi asertif dalam berbagai aspek yaitu: (1) To be direct, firm, positive and persistent (bersikap langsung, tegas, positif, dan gigih) yang muncul dalam scene 55, scene 94, scene 131, scene 180, scene 183, scene 186, dan scene 190. (2) To promote equality in person-to-person relationships (mengusahakan kesetaraan dalam hubungan interpersonal) yang muncul dalam scene 180 dan scene 183 (3) To act in your own best interests (bertindak sesuai kepentingan terbaik) yang muncul dalam scene 55, scene 131, dan scene 190 (4) To stand up for yourself (membela diri) yang muncul dalam scene 131. Secara umum, komunikasi asertif yang ditampilkan dalam film Dua Hati Biru menggambarkan keterbukaan, kesetaraan dalam hubungan, penghormatan, dan keberanian untuk menyuarakan kebutuhan dengan baik tanpa merendahkan, atau menyalahkan pihak lawan bicara. Secara keseluruhan, film ini menggambarkan bahwa komunikasi asertif bukan hanya sebagai alat ekspresi diri, tetapi juga berfungsi sebagai strategi penyelesaian konflik rumah tangga yang konstruktif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorMuhammad Badri, -2013038101muhammad.badri@uin-suska.ac.id
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Mrs. Rasdanelis -
Date Deposited: 22 Jul 2025 03:06
Last Modified: 22 Jul 2025 03:06
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/91027

Actions (login required)

View Item View Item