Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

PERNIKAHAN DENGAN SAUDARA SATU SUSUAN SECARA TIDAK LANGSUNG MENURUT PEMIKIRAN IBNU HAZM DALAM KITAB ALMUHALLA

ANDRE SYAPUTRA, - (2025) PERNIKAHAN DENGAN SAUDARA SATU SUSUAN SECARA TIDAK LANGSUNG MENURUT PEMIKIRAN IBNU HAZM DALAM KITAB ALMUHALLA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI ANDRE SYAPUTRA TANPA BAB IV HASIL - Andre Syaputra.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB IV HASIL ANDRE SYAPUTRA - Andre Syaputra.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
publikasi andre - Andre Syaputra.pdf - Published Version

Download (662kB) | Preview

Abstract

Perkawinan adalah ikatan sakral antara laki-laki dan perempuan yang menimbulkan hak dan kewajiban baru dalam rumah tangga. Islam mengatur batasan-batasan dalam pernikahan, salah satunya larangan menikah karena hubungan sepersusuan (radha’ah). Dalam hal ini, para ulama berbeda pendapat, termasuk Ibnu Hazm yang berpandangan bahwa radha’ah hanya menyebabkan mahram jika dilakukan secara langsung melalui penyusuan, bukan dengan cara tidak langsung seperti ASI perah. Tujuan penelitian ini adalah: pertama, untuk mengetahui bagaimana pemikiran Ibnu Hazm tentang hukum nikah sebab radha’ah secara tidak langsung. Kedua, untuk menjelaskan bagaimana istinbath hukum Ibnu Hazm tentang hukum nikah sebab radha’ah secara tidak langsung. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka normatif (library research) dalam kitab Al-Muhalla. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tinjauan pustaka dengan membaca dan menganalisis buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Hazm berpendapat bahwa kemahraman karena radha’ah hanya terjadi apabila bayi menyusu secara langsung dari puting perempuan susuan. Pemberian ASI secara tidak langsung misalnya melalui wadah, dicampur makanan, atau dimasukkan lewat hidung atau telinga tidak menimbulkan hubungan mahram sehingga tidak menghalangi pernikahan. Pendapat ini berbeda dengan mayoritas ulama yang menganggap radha’ah tidak langsung juga menyebabkan kemahraman berdasarkan qiyas. Dalam menetapkan hukum, Ibnu Hazm menolak penggunaan qiyas dan berpegang pada makna harfiah nash Alquran dan hadis, khususnya pada ayat QS. al-Nisa’ 4:23 dan hadits yang menjelaskan larangan nikah karena susuan. Radha’ah yang menyebabkan mahram menurut Ibnu Hazm hanya persusuan. Metode istinbath yang digunakan Ibnu Hazm disebut al-dalil, yaitu penalaran yang hanya berdasarkan nash dan ijmak tanpa mengandalkan kesamaan illat seperti dalam qiyas. Ibnu Hazm menilai qiyas tidak sah sebagai sumber hukum karena tidak sesuai dengan prinsip keutuhan nash dan meragukan beberapa hadis yang dijadikan dasar qiyas. Dengan pendekatan tekstual dan metodologis ini, Ibnu Hazm memberikan pemahaman yang lebih ketat bahwa radha’ah yang menimbulkan kemahraman hanyalah yang dilakukan secara langsung, sementara radha’ah tidak langsung tidak menimbulkan larangan pernikahan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorHELMI BASRI, -2004077402helmibasri.uinriau@gmail.com
Thesis advisorAHMAD FAUZI, -2123017601fauziuinsuska@gmail.com.id
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Ms. Hidayani
Date Deposited: 20 Jul 2025 12:56
Last Modified: 20 Jul 2025 12:56
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90899

Actions (login required)

View Item View Item