M. SYAHRUL KHAN, - (2025) ERAN LEMBAGA PEMASYARATAN KELAS IIA PEKANBARU DALAM PEMBINAAN NARAPIDANA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2022 PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
GABUNGAN KECUALI BAB IV - Syahrul Khan.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
BAB IV - Syahrul Khan.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (827kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
syahrulkahan penyerahan - Syahrul Khan.pdf - Published Version Download (112kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berangkat dari latar belakang adanya indikasi narapidana yang sulit menyesuaikan diri bersosialisasi dengan masyarakat dan juga sulitnya diterima di dunia kerja setelah selesai menjalankan hukuman di lembaga pemasyarakatan, maka penting untuk mengadakan penelitian dengan judul Peran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru dalam Pembinaan Narapidana Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 Perspektif Fiqih Siyasah. Permasalahan penelitian adalah bagaimana peran Lembaga Pemasyarakatan dalam pembinaan Narapidalaa berdasarkan undang-undang nomor 22 tahun 2022 serta bagaimana analisis fiqh siyasah terhadap peran lembaga pemasyarakatan tersebut. Metode penelitian mencakup jenis penelitian yakni penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian lembaga pemasyarakatan kelas IIA pekanbaru. Subjek penelitian ini adalah Lembaga pemasyarakatan kelas IIA Pekanbau. Objek penelitian ini adalah Peran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru dalam Pembinaan Narapidana Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 Perspektif Fiqih Siyasah. Informan penelitian berjumlah 5 orang yang terdiri dari Kepala Lapas 1 orang, kepala bidang pembinaan 2 orang dan Napi 2 orang. Sumber data terdiri dari data primer yakni hasil wawancara dan observasi serta undang-undang nomor 22 tahun 2022 dan data sekunder yakni dari dokumen2 pendukung seperti buku, artikel jurnal dan lainnya. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriftif kualitatif. Hasil penelitian bahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru telah berperan dalam melakukan pembinaan namun belum maksimal diantaranya yang sudah dilakukan adalah pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022, namun masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sarana, sumber daya manusia, serta kendala dalam pelaksanaan reintegrasi sosial. Dalam perspektif Fiqih Siyasah, ahwa peran lembaga pemasyarakatan dalam melakukan pembinaan terhadap narapidana sejalan dengan konsep dasar fiqih Siyasah yakni bagaimana otoritas pemerintahan (Ulil amri) menjalankan tanggung jawabnya dalam mewujudkan kemaslahatan umat melalui kebijakan publik termasuk dalam sistem pemasyarakatan. Kata kunci : Peran, pembinaan Narapidana, Fiqih Siyasah
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 297 Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Tata Negara (Siyasah) | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Hidayani | ||||||||||||
| Date Deposited: | 18 Jul 2025 13:40 | ||||||||||||
| Last Modified: | 18 Jul 2025 13:40 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90880 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
