SALSABILA WIRANI, - (2025) PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP OVERCLAIM PADA IKLAN PRODUK SKINCARE DI E-COMMERCE SHOPEE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB HASIL)
SKRIPSI LENGKAP KECUALI BAB IV - Shilayaa.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (BAB GABUNGAN)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN - Shilayaa.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (609kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
berkas salsabila wirani - Shilayaa.pdf - Published Version Download (99kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berfokus pada perlindungan konsumen terhadap praktik overclaim dalam iklan produk skincare di platform e-commerce Shopee. Overclaim merupakan tindakan pelaku usaha yang memberikan klaim berlebihan atau tidak sesuai dengan kenyataan terkait kandungan maupun manfaat produk, sehingga dapat menyesatkan konsumen dan menyebabkan kerugian baik secara finansial maupun kesehatan. Praktik ini bertentangan terhadap ketentuan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang melarang pelaku usaha mempromosikan produk yang tidak sesuai dengan keadaan, jaminan, khasiat, dan/atau manfaat produk yang tercantum di label, etiket maupun keterangan produk itu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana perlindungan hukum bagi konsumen terhadap overclaim pada iklan produk skincare di e-commerce shopee dan bagaimana faktor penghambat perlindungan hukum bagi konsumen terhadap overclaim pada iklan produk skincare di ecommerce shopee. Tujuan Penelitian untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum yang tersedia bagi konsumen serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan efektivitas hukum, menggunakan data primer dari hasil wawancara dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Nusantara, dan lima orang konsumen produk skincare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap overclaim diatur dalam beberapa regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024. Namun, efektivitasnya masih terkendala oleh beberapa faktor, seperti keterbatasan pengawasan e-commerce, rendahnya literasi konsumen, ketidaktegasan sanksi terhadap pelaku usaha, dan keterbatasan regulasi perlindungan konsumen di era digital. Meskipun sistem hukum telah memberikan ruang perlindungan secara normatif, pelaksanaannya belum sepenuhnya menjangkau realitas sosial konsumen. Oleh karena itu, diperlukannya peningkatan edukasi konsumen, penguatan sistem pengawasan digital, serta penegakan hukum yang lebih tegas untuk menciptakan ekosistem perlindungan konsumen yang lebih responsif dan adil. Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Overclaim, Skincare, Shopee, BPOM, E-commerce.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | Ms. Hidayani | ||||||||||||
| Date Deposited: | 18 Jul 2025 12:43 | ||||||||||||
| Last Modified: | 21 Jul 2025 01:50 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/90871 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
