M. TOYIB TOHIR, - (2025) MAKNA KATA DO’A DALAM AL-QUR’AN (Kajian Al-Wujuh wa Al-Nazhair). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FULL - M. TOYIB TOHIR ILMU ALQURAN DAN TAFSIR.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
HASIL DAN PEMBAHASAN - M. TOYIB TOHIR ILMU ALQURAN DAN TAFSIR.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (936kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN)
img20250711_10071236 - M. TOYIB TOHIR ILMU ALQURAN DAN TAFSIR.pdf - Published Version Download (155kB) | Preview |
Abstract
Al-Qur‘an adalah kitab suci yang indahnya tiada tara, dan di antara sisi keindahan itu adalah bahasanya. Untuk memahami dan menafsirkan Al-Qur‘an perlu wawasan yang luas mengenai bahasa yang dipakainya yakni bahasa Arab. Salah satu kajian yang digunakan untuk memahami bahasa Al- Qur‘an adalah al-wujuh wa al-nazhair. Penulis menggunakan kajian ini untuk menelaah ragam makna dari kata yang ada di Al-Qur‘an yakni kata do‟a dan derivasinya, mengingat kata do‟a sering dipahami secara harfiah saja. Rumusan masalah yang dipaparkan dalam skripsi ini adalah bagaimana penafsiran ayat-ayat kata do‘a dalam Al-Qur‘an kemudian Apa saja al-wujuh wa al-nazhair pada kata do‘a dalam Al-Qur‘an? Penelitian ini menggunakan metode tematik dengan jenis penelitian pustaka (libarary research) yaitu penelitian yang menitikberatkan pada literatur dengan cara menganalisis muatan isi dari literatur-literatur yang terkait dengan penelitian. Penelitian ini menjelaskan bahwa (1) Penafsiran terhadap kata do‘a dan derivasinya berdasarkan Imam Ath-Thabari, Wahbah Az-Zuhaili dan Quraish Shihab sebagai berikut: dalam QS. Al-A‘raf: 5, diartikan sebagai ucapan dan keluhan orang-orang zalim saat datangnya azab. Dalam QS. Al-An‘am: 71, berarti apakah kita akan menyembah atau beribadah kepada selain Allah. Dalam QS. Al-Qamar: 6, menunjuk makna seruan Malaikat Israfil saat hari pembalasan. Dalam QS. Al-Baqarah: 23, berarti permintaan bantuan kepada selain Allah untuk membuat sesuatu yang semisal Al-Qur‘an. Dalam QS. Al-Baqarah: 68-69, kata do‘a dimaknai sebagai pertanyaan untuk menjelaskan ciri-ciri sapi betina yang harus disembelih. Dalam QS. Al-A‘raf ayat 134, kata do‟a diartikan sebagai permintaan, yakni permintaan Fir‘aun dan kaumnya untuk menghilangkan adzab dari Allah Dalam QS. Al-Maarij ayat 17, kata do‘a dimaknai dengan gejolak api neraka sebagai adzab bagi orang-orang yang berpaling dari agama. (2) makna dari kata do‘a dan derivasinya di dalam Al-Qur‘an ada tujuh, (a) Ucapan. (b) Menyembah atau beribadah (c) Seruan atau panggilan (d) Meminta bantuan atau pertolongan (e) Pertanyaan (f) Permintaan (g) Adzab. Kata Kunci: Makna, Do‘a, al-Wujuh wa al-Nazhair
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 000 Karya Umum | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. doni s | ||||||||||||
| Date Deposited: | 11 Jul 2025 03:23 | ||||||||||||
| Last Modified: | 11 Jul 2025 03:23 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89916 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
