Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

HUKUM MENGONSUMSI ULAT SAGU DALAM PERSPEKTIF IMAM MALIK DAN IMAM SYAFI’I

FEBRINA PUTRI LARA SATI, - (2025) HUKUM MENGONSUMSI ULAT SAGU DALAM PERSPEKTIF IMAM MALIK DAN IMAM SYAFI’I. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI LENGKAP KECUALI BAB IV - FEBRINA PUTRI LARA SATI Perbandingan Madzhab S1.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN - FEBRINA PUTRI LARA SATI Perbandingan Madzhab S1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (858kB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
PERNYATAAN - FEBRINA PUTRI LARA SATI Perbandingan Madzhab S1.pdf - Published Version

Download (105kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini membahas analisis hukum Islam terhadap konsumsi ulat sagu, yakni sejenis larva yang lazim dikonsumsi di wilayah-wilayah tertentu di Indonesia seperti Papua, sebagian daerah Jawa dan Sumatera. Meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam karya klasik para ulama, konsumsi ulat sagu menjadi menarik untuk dikaji melalui pendekatan fiqh dua mazhab besar, yaitu Imam Malik dan Imam Syafi‘i. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prinsip-prinsip hukum makanan menurut Imam Malik dan Imam Syafi‘i, serta bagaimana pendekatan kedua imam ini dapat diterapkan untuk menganalisis hukum mengonsumsi ulat sagu. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan fiqh muqaran (perbandingan mazhab). Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan pendekatan Imam Malik cenderung memperbolehkan konsumsi ulat sagu dengan mempertimbangkan „urf (kebiasaan masyarakat) dan ketidakhadirannya dalam kategori hewan yang diharamkan secara nash. Sementara itu, berdasarkan pendekatan Imam Syafi‘i yang lebih ketat dengan menggunakan konsep khabaits (sesuatu yang menjijikkan), sehingga berpotensi mengharamkan makanan seperti ulat sagu. Dari dua pandangan tersebut, keduanya relevan dalam konteks masing-masing bagi masyarakat, namun perlu disesuaikan dengan realitas sosial dan budaya masyarakat setempat. Kata kunci: ulat sagu, fiqh muqaran, makanan halal, Imam Malik, Imam Syafi‘i

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorZulikromi, -2007108602zulikromi86@gmail.com
Thesis advisorMarzuki, -2009057101arie.elkampary@gmail.com
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: Ms. Ernawati
Date Deposited: 10 Jul 2025 07:14
Last Modified: 10 Jul 2025 07:14
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89826

Actions (login required)

View Item View Item