NAFIZA ULLAINI (2025) MAKNA FILOSOFIS TRADISI SELAPANAN PADA MASYARAKAT JAWA DESA SUNGAI ANAK KAMAL KECAMATAN MERBAU KABUPATEN KEPULAUAN MERANT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
|
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FULL - NAFIZA ULLAINI Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB HASIL)
HASIL DAN PEMBAHASAN - NAFIZA ULLAINI Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (922kB) |
||
|
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
img20250709_11202951 - NAFIZA ULLAINI Aqidah dan Filsafat Islam S1.pdf - Published Version Download (109kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang Makna Filosofis Tradisi Selapanan Pada Masyarakat Jawa Desa Sungai Anak Kamal Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti. Tradisi Selapanan ini merupakan salah satu bentuk upacara adat yang dilakukan masyarakat Desa Sungai Anak Kamal saat bayi mencapai umur 35 hari, dan dalam tradisi ini mengandung nilai-nilai filosofis serta simbolik yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami makna filosofis yang terkandung dalam setiap rangkaian prosesi tradisi Selapanan dan bagaimana pelaksanaan tradisi Selapanan di desa ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah lapangan (field research) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari tokoh masyarakat, ketua adat, dan warga setempat yang memahami dan terlibat dalam pelaksanaan tradisi Selapanan ini. Analis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dari penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa tradisi Selapanan memiliki makna filosofis yang mendalam, antara lain sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, harapan akan keselamatan dan masa depan anak, serta bentuk pelestarian nilai-nilai budaya Jawa. Tradisi ini juga mencerminkan konsep keseimbangan antara aspek spritual dan sosiaal dalam kehidupan masyarakat. Meskipun modernisasi mulai mempengaruhi pola hidup masyarakat, akan tetapi tradisi Selapanan tetap dilestarikan karena dianggap memiliki nilai- nilai luhur yang relevan dan bermakna. Kata Kunci: Makna, Filosofi, Tradisi, Selapanan, Masyarakat Jawa
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.01 Filsafat dan Teori tentang Agama Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Aqidah dan Filsafat | ||||||||||||
| Depositing User: | Ari Eka Wahyudi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 10 Jul 2025 06:38 | ||||||||||||
| Last Modified: | 10 Jul 2025 06:38 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89778 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
