M.FARHAN AFRIAN, - (2025) STUDI KOMPARATIF PANDANGAN IMAM IBNU HAZM DAN IMAM AN-NAWAWI TENTANG STATUS WUDHU’ SETELAH MENGKONSUMSI DAGING UNTA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM.
|
Text (GABUNHAN)
GABUNGAN SKRIPSI KECUALI BAB HASIL - M FARHAN AFRIAN Perbandingan Madzhab S1.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (HASIL PENELITIAN)
BAB HASIL - M FARHAN AFRIAN Perbandingan Madzhab S1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only until 2025. Download (2MB) |
||
|
Text (PERNYATAAN PUBLIKASI)
PERNYATAAN PUBLIKASI - M FARHAN AFRIAN Perbandingan Madzhab S1.pdf - Published Version Download (336kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK M Farhan Afrian (2025) : Studi Komparatif Imam Ibnu Hazm dan Imam an-Nawwawi tentang Status Wudhu’ setelah mengkonsumsi daging Unta Penelitian ini dilatar belakangi oleh Studi komparatif Imam Ibnu hazm dan imam an-Nawawi tentang status wudhu’ setelah mengkonsumsi daging unta. Pendapat dari kedua mazhab ini menunjukkan bagaimana perbedaan interpretasi terhadap teks-teks syariat dapat menghasilkan berbagai pandangan hukum yang berbeda, meskipun pada intinya kedua pandangan tetap menghormati esensi dari status wudhu’ setelah mengkonsumsi daging Unta. Penelitian ini bertujuan, pertama, untuk membandingkan pandangan Imam Ibnu Hazm dan Imam an-Nawawi terkait hukum wudhu setelah mengonsumsi daging unta. Kedua, untuk mengidentifikasi metode istinbath hukum yang digunakan oleh kedua imam dalam menetapkan hukum tersebut. Ketiga, untuk menganalisis pandangan kedua ulama tersebut melalui pendekatan fikih perbandingan (fiqh muqaranah) mengenai kewajiban wudhu setelah makan daging unta. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) yang menggunakan pendekatan analisis deskriptif dan komparatif terhadap pendapat Imam Ibnu Hazm dan Imam an-Nawawi. Data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber-sumber primer, yakni kitab-kitab karya Imam Ibnu Hazm dan Imam an-Nawawi, serta sumber-sumber sekunder berupa literatur lain yang relevan dengan topik pembahasan. Proses pembahasan dilakukan dengan metode deskriptif untuk menjelaskan isi dan komparatif untuk membandingkan pendapat kedua tokoh. Hasil penelitian menemukan bahwa Imam Ibnu Hazm berpendapat bahwa status wudhu’ setelah mengkonsumsi daging unta itu diharuskan berwudhu’ kembali dikarenakan memakan daging unta itu membatalkan wudhu’ sementara itu, Imam an-Nawawi berpendapat bahwa status wudhu’ setelah mengkonsumsi daging unta itu tidak perlu mengulang wudhu’nya karena perintah wudhu’ didalam hadits tersebut dianggap sebagai mencuci tangan saja. Kata Kunci: Status wudhu’, Wudhu’, Unta, konsumsi, Imam Ibnu Hazm, Imam an-Nawawi
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum | ||||||||||||
| Depositing User: | Mr. Supliadi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 02:54 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Jul 2025 02:54 | ||||||||||||
| URI: | http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89451 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
