Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

PERJANJIAN PRA-NIKAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM KATOLIK DI INDONESIA (Studi Komparatif)

USWATUN HASANAH, - (2025) PERJANJIAN PRA-NIKAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM KATOLIK DI INDONESIA (Studi Komparatif). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text (BAB GABUNGAN)
SKRIPSI FULL - Uswatun Hasanah.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB HASIL)
HASIL DAN PEMBAHASAN - Uswatun Hasanah.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (735kB)
[img]
Preview
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
img20250702_14580660 - Uswatun Hasanah.pdf - Published Version

Download (111kB) | Preview

Abstract

"ABSTRAK Judul : PERJANJIAN PRA-NIKAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM KATOLIK DI INDONESIA (Studi Komparatif) Setiap manusia pasti mempunyai tujuan tertentu, untuk mencapai tujuan tersebut pasti mengorbankan sesuatu pula. Untuk mewujudkan tujuan tersebut ada yang namanya sebuah perjanjian yang mana perjanjian tersebutlah akan menjamin sepakatan yang dibuat. Salah satu perjanjian yang dimaksud ialah perjanjian pra-nikah. Perjanjian pra-nikah ini adalah suatu perjanjian yang di buat sebelum terjadinya pernikahan, perjanjian pra-nikah mempunyai dasar hukum yang berdasarkan undang – undang dan tidak boleh bertolak belakang dengan agama. Perjanjian pra-nikah tidak diatur secara detail di dalam agama islam, tetapi perjanjian pra-nikah di atur dengan baik didalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Kitab Undang – Undang Hukum Perdata ( KUHPer). Didalam islam sendiri perjanjian pra-nikah bukan menjadi sebuah kewajiban yang jika tidak dibuat bisa membatalakan pernikahan, perjanjian pra-nikah sendiri mengatur tentang bagaimana pernikahan berlangsung dan bagaimana nantinya jika terjadinya perceraian. Karna itu lah perjanjian pra-nikah dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan di masyarakat kita pada umumnya. Begitu juga di dalam agam katolik, pada awalnya perjanjian pra-nikah sangat di tentang oleh pihak gereja karna menurut gereja pernikahan bukanlah sebuah kontrak, tetapi pernikahan di landasi dengan perasaan cinta dan kasih sayang. Didalam Alkitab juga di sebutkan bahwa “yang telah di satukan oleh Allah tidak boleh di ceraikan oleh manusia” Matius 19:6. Tetapi karna banyaknya kasus perceraian maka pihak gereja harus memikirkan kembali tentang perjanjian pra-nikah tersebut. Kata Kunci : Perjanjian Pra-Nikah, Hukum Islam, Agama Katolik"

Item Type: Thesis (Skripsi)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorAbd Ghofur, -2013067001-
Thesis advisorKhairiah, -2016017302khairiah@uin-suska.ac.id
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam > 297.28 Hubungan Islam dan Agama Lainnya
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Studi Agama-Agama
Depositing User: Ari Eka Wahyudi
Date Deposited: 04 Jul 2025 01:47
Last Modified: 04 Jul 2025 01:47
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/89334

Actions (login required)

View Item View Item